SENIN, 14 FEBRUARI
2011
PROPOSAL
A. Judul : Pembelajaran yang Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Energi Bunyi (PTK di Kelas IV SD Ciburial 3 Kecamatan
Cimanggu).
B. Latar Belakang Masalah
Banyak guru ingin tahu pembaharuan pendidikan
antara lain Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM).
Pakem adalah model pembelajaran dengan kegiatan yang dikerjakan anak harus
menantang siswa untuk mengembangkan berbagai kompetensi, seperti berpikir
kreatif, mengungkapkan pikiran, dan memecahkan masalah secara mandiri.
Salah satu pelaksanaan Pakem adalah pengaturan
tempat bentuk tempat duduk siswa. Manfaat anak duduk berkelompok adalah
memudahkan interaksi antar siswa. Mereka dapat mendikusikan masalah dan
membandingkan hasil kerjanya. Hal ini penting untuk megembangkan berbagai
keterampilan. Namun perlu ditekankan bahwa hanya sebagian tugas dapat
dikerjakan dalam kelompok. (LPMP Banten, 2006 : 4)
Anak melakukan praktik yang tidak bisa
dilakukan perorangan, perlu ada diskusi, atau karena jumlah alat bantu
terbatas. Banyak tugas yang tetap dikerjakan secara perorangan, misalnya:
1. anak menulis laporan tentang lingkungan hidup
dari hasil kunjungan ke suatu tempat;
2. anak mergerjakan soal IPA;
Tugas ini perlu dikerjakan perorangan, karena
dalam rangka Kurikulum Berbasis Kompetensi tugas utama seorang guru adalah
mengembangkan potensi setiap siswa. Semua anak perlu mengembangkan
keterampilannya dalam hal menulis karangan atau memecahkan soal secara sendiri
sendiri dan tidak bisa diwakili sekelompok siswa.
Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di SD/MI/SDLB.
IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,
sehingga IPA bukan hanya penguasaan tentang kumpulan yang berupa fakta-fakta,
prinsip-prinsip, konsep-konsep saja tetapi juga merupakan
kumpulan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana
bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta
prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat
membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang
alam sekitar.(BSNP, 2006: 575).
Untuk melaksanakan pembelajaran IPA sebagaimana amanat Standar
Kompetensi/Kompetensi Dasar diperlukan berbagai strategi pembelajaran. Adapun
yang dimaksud dengan strategi mengajar menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan
Zain (2002 : 5), adalah sebagai berikut.
“Starategi mengajar
bila diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan
kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.”
Dalam pelaksanaannya untuk merealisasikan perihal tersebut
diatas tentang strategi mengajar, dipandang perlu adanya suatu pengembangan
strategi mengajar yang baik, diantaranya adalah sebagai berikut :
Memilih dan menetapkan
prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan
efektif sehingga dapat dijadikan pegangan guru dalam menunaikan kegiatan
mengajarnya. Syaiful Bahri Djamarah dan (Aswan Zain, 2002 : 5)
Berdasarkan uraian diatas salah satunya guru harus pandai dalam
memilih dan menetapkan metode, sebagai strategi dalam melaksanakan
pembelajaran, agar dalam pencapaian tujuan pembelajaran dapat mencapai hasil
yang optimal.
Namun pada kenyataannya, sangatlah disayangkan bahwa guru dalam
melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar, sebagian besar tidak mau peduli dengan
masalah metode, siswa hanya disuruh duduk, dengar, catat, dan hapal, istilah
populernya terkenal dengan sebutan DDCH. Hal tersebut dapat terjadi
dikarenakan, guru dari waktu ke waktu dalam melaksanakan pembelajarannya hanya
menggunakan metode ceramah, yang dianggap tidak merepotkan dan praktis.
Apabila guru dalam melaksanakan pembelajarannya, seperti
diuraikan di atas, maka lama kelamaan tanpa disadarinya akan menyebabkan,
kejenuhan bagi siswa maupun guru, dan pada akhirnya guru dan siswa kurang
meminati pelajaran yang sampaikan , karena tidak menarik, menoton dan kuran g
menantang.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis hal tersebut
terjadi pula dalam pembelajaran IPA di SD Ciburial 3 Kecamatan Cimanggu, guru hanya berperan sebagai
penyampai informasi dan penyajiannya hanya terpusat pada guru, hal ini sesuai
dengan yang disampaikan oleh S. Belen, dkk, (1995 : 337), bahwa :
“Karena penyajiannya
lebih terpusat pada guru (teacher centred), maka guru hanya berperan
sebagai penyampai informasi sebanyak-banyaknya kepada anak. Anak berperan sebagai
penerima sejumlah informasi. Penyampaiannya dilakukan dengan metode ceramah
sehingga kegiatan anak lebih banyak mendengar, mencatat, dan mengapal
informasi.”
Salah satu permasalahan yang berkaitan dengan uraian di atas
terjadi di Kelas 4 SDN Ciburial 3
Kecamatan Cimanggu. Permasalahan lain yang timbul di SDN Ciburial 3 Kecamatan Cimanggu adalah guru dalam menyampaikan materi
pelajaran IPA, hanya menggunakan metode ceramah, sehingga siswa kurang aktif
dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar, dan hal ini akan membuat siswa
kurang bergairah dan kurang minat terhadap pelajaran IPA.
Mengacu pada uraian diatas, serta permasalahan yang timbul di SD Ciburial 3 Kecamatan Cimanggu, maka sebaiknya guru Kelas 4, mencobakan untuk
menerapkan pembelajaran Pakem dalam pembelajaran IPA guna meningkatkan hasil
belajar siswa pada konsep energi bunyi.
C. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di
atas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini secara fokus aktivitas
belajar siswa dalam pembelajaran energi bunyi, hasil belajar siswa.
D. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka
peneliti membatasi masalah sebagai berkut :
1. AKTIVITAS SISWA
DENGAN PENERAPAN PEMBELAJARAN PAKEM DI KELAS 4 SD
CIBURIAL 3 KECAMATAN CIMANGGU
2. Hasil belajar siswa pada konsep energi bunyi
di kelas 4 SD Ciburial 3 Kecamatan Cimanggu
E. Rumusan Masalah
Menurut Margono, (2004: 54) masalah adalah,
“kesenjangan antara harapan akan sesuatu yang seharusnya ada (das sollen)
dengan kenyataan yang ada (das sein).” Masalah dalam penelitian ini
dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah penerapan pembelajaran Pakem dapat
meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas 4 SD Ciburial 3 Kecamatan
Cimanggu?;
2. Apakah penerapan pembelajaran Pakem dapat
meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep energi bunyi ?;
F. Tujuan Penelitian
Setiap karya ilmiah selalu memiliki tujuan. Menurut Margono,
(2004: 79), “Tujuan suatu penelitian hendaknya diformulasikan secara spesifik
dan jelas.” Penelitian ini
memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan
penerapan pembelajaran Pakem di kelas 4 SD Ciburial 3 Kecamatan Cimanggu;
2. Meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep
energi bunyi dengan penerapan pembelajaran Pakem di kelas 4 SD Ciburial 3
Kecamatan Cimanggu;
G. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat kepada :
1. Guru.
a. Guru dapat memperoleh wawasan tentang
pembelajaran Pakem.
b. Guru dapat menerapkan pembelajaran Pakem pada
pembelajaran IPA.
c. Guru dapat mengembangkan pembelajaran Pakem
pada mata pelajaran selain IPA.
d. Guru dapat menularkan pembelajaran Pakem
kepada guru lain di sekolahnya.
2. Siswa.
a. Siswa akan bergairah dalam belajar.
b. Siswa memperoleh pengalaman pembelajaran
Pakem.
c. Siswa dapat meningkatkan pemahaman pada
pembelajaran IPA melalui Pakem
3. Peneliti.
a. Peneliti dapat menerapkan ilmu keguruan yang
diperoleh dari studi di UPI jurusan PGSD.
b. Peneliti dapat menambah wawasan tentang
pembelajaran Pakem
c. Peneliti dapat menerapkan Pakem pada
pembelajaran IPA di tempat peneliti bekerja.
H. Definisi Operasional
1. Pembelajaran Pakem :
Pakem ialah pembelajaran
yang menjadikan siswa aktif sejak awal, membantu siswa mendapat pengetahuan,
ketrampilan dan sikap secara aktif, menjadikan belajar tidak terlupakan.
(Melvin L. Silberman, 2004 : 5).
2. Pembelajaran IPA :
Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di SD/MI/SDLB.
IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,
sehingga IPA bukan hanya penguasaan tentang kumpulan yang berupa fakta-fakta,
prinsip-prinsip, konsep-konsep saja tetapi juga merupakan
kumpulan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana
bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta
prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat
membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang
alam sekitar.(BSNP, 2006: 575).
Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPA memuat
ruang lingkup mahkluk hidup dan proses kehidupan, benda/materi, sifat-sifat dan
kegunaannya, energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta. (BSNP, 2006 : 575).
3. Konsep Energi Bunyi
Yang dimaksud dengan konsep energi bunyi pada
penelitian ini adalah konsep materi IPA di kelas IV SD semester II yang
meliputi energi bunyi, sumber bunyi, perambatan bunyi, bunyi yang dapat
didengar, pemantulan dan penyerapan bunyi, dan perubahan energi bunyi pada alat
musik..
I. Kajian Teoritis dan Hipotesis
1. PEMBELAJARAN PAKEM
Pembelajaran Pakem
ialah pembelajaran yang menjadikan siswa aktif sejak awal, membantu siswa
mendapat pengetahuan, ketrampilan dan sikap secara aktif, menjadikan belajar
tidak terlupakan. Melvin L. Silberman (2004 : 5).
2. PEMBELAJARAN IPA
Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai di
SD/MI/SDLB. IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara
sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan tentang kumpulan yang berupa
fakta-fakta, prinsip-prinsip, konsep-konsep saja tetapi juga merupakan
kumpulan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana
bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta
prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Pendidikan Ipa diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat
membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang
alam sekitar. (BSNP, 2006: 575).
Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPA memuat
ruang lingkup mahkluk hidup dan proses kehidupan, benda/materi, sifat-sifat dan
kegunaannya, energi dan perubahannya, bumi dan alam sekitarnya. Ipa diperlukan
dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah yang dapat
diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak
berdampak buruk pada lingkungan. (BSNP, 2006 : 575).
3. ENERGI BUNYI
Bunyi merupakan sesuatu yang selalu kita dengar. Banyak macam bunyi yang kita dengar. Ada
bunyi kuat atau bunyi lemah. Bunyi yang tinggi atau bunyi yang lemah. Bunyi
yang teratur ataupun bunyi yang tidak teratur.
Setiap getaran benda yang dapat menghasilkan
bunyi dinamakansumber bunyi. energi bunyi pun mengalami perambatan Udara
merupakan benda gas yang mengisi sebagian besar Bumi. Udara menjadi perantara
bunyi ketika berkomunikasi. Dengan demikian, di mana pun kamu berada, akan
mudah berkomunikasi. Benda cair merupakan zat perantara bunyi. Benda padat
dapat menghantarkan bunyi.
Selain mengalami perambatan, bunyi me ngalami
pemantulan. Proses pemantulan bunyi mirip dengan proses pemantulan cahaya.
Lebih sederhana lagi, seperti pemantulan bola ketika mengenai dinding atau
lantai. Pemantulan bunyi terjadi ketika bunyi mengenai dinding atau permukaan
yang keras. Permukaan yang keras itu, misalnya batu, besi, seng, dan kaca.
Dalam pemantulan bunyi terdapat istilah gaung dan gema. Gaung adalah bunyi pantul yang datang sebelum bunyi asli selesai
dikirim. Contoh gaung adalah ketika kamu berada di ruangan yang sempit. Apa
yang kamu ucapkan tidak terdengar jelas karena terganggu bunyi pantul. Contoh
lainnya jika kamu berbicara di depan mulut kaleng. Apa yang kamu ucapkan tidak
akan jelas terdengar. Gema adalah bunyi pantul yang muncul setelah bunyi
asli selesai. Jika kamu ber teriak, misalnya di daerah pegunungan, setelah
beberapa saat, ter dengar kembali teriakanmu berteriak. Bunyi tersebut
sebetulnya adalah bunyi pantul yang baru sampai di telingamu.
4. HIPOTESIS
Hipotesis pada penelitian
ini adalah jika guru menerapkan Pembelajaran Yang aktif, kreatif, efektif
dan menyenangkan, maka hasil belajar siswa pada konsep energi bunyi akan
meningkat.
J. Metodelogi Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti
menggunakan bentuk Penelitian Tindakan Kelas (action reseach). Penelitian Tindakan
Kelas (PTK), dapat dilakukan untuk menyelesaikan bermacam-macam permasalahan
yang muncul di dalam kelas/sekolah.” Wibawa, Basuki (2003: 4).
Model PTK yang dikembangkan dalam penelitian
ini adalah model Kurt Lewin, yaitu :
“Konsep inti PTK yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin ialah bahwa
dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu : 1) Perencanaan
(planning), 2) aksi atau tindakan (acting), 3) observasi (observing), dan 4)
refleksi (reflecting) (Lewin, 1990).” Wibawa, Basuki (2003 : 16).
|

1. Tahap-tahap dalam PTK diuraikan sebagai berkut
:
a. Orientasi
Orientasi yaitu pendahuluan sebelum penelitian tindakan kelas
dilakukan terhadap praktek pembelajaran yang akan dilaksanakan.
b. Perencanaan
Perencanaan (plan) yaitu tindakan yang akan dilaksanakan untuk
pembelajaran yang menjadi fokus penelitian umumnya harus cukup fleksibel untuk
dapat diadaptasikan dengan pengaruh tak terduga.
c. Tindakan
Tindakan (action) yaitu apa yang dilakukan oleh guru atau
peneliti sebagai upaya perbaikan, peningkatan atau perubahan yang diinginkan
dalam proses pembelajaran yang diselenggarakan guru. Tindakan dilakukan
mengarahkan pada upaya pencapaian tujuan yang diinginkan dalam kegiatan
penelitian.
d. Observasi
Observasi (observation) yaitu pengamatan atas hasil atau dampak dari
tindakan yang dilaksanakan, observasi harus bersifat fleksibel dan terbuka
untuk mencatat hal-hal yang tak terduga.
e. Refleksi
Refleksi (reflective) yaitu mengingat dan merenungkan kembali suatu
tindakan persis seperti yang telah dicatat dalam observasi untuk memahami
proses, masalah, dan kendala nyata dalam tindakan strategis. Berdasarkan hasil
refleksi ini, peneliti bersama guru dapat melakukan revisi perbaikan terhadap
awal, atau penyusunan rencana baru untuk mewujudkan tujuan penelitian.
2. Siklus Tindakan
Dalam melakukan penelitian tindakan kelas ini,
peneliti merancang kegiatan melalui beberapa tahap, adapun tahapan-tahapan
dalam penelitian tindakan kelas ini, adalah sebagai berikut :
a. Tahapan Persiapan dan Perencanaan
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap
persiapan dan perencanaan ini, adalah sebagai berikut :
§ Menentukan lokasi dan
subyek penelitian.
§ Permintaan ijin
penelitian.
§ Mengadakan Orientasi
b. Proses Penelitian Siklus I
c. Proses Penelitian Siklus II
d. Proses Penelitian Siklus III
K. Pemilihan Sekolah Dasar
1. Lokasi Penelitian
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh
peneliti yaitu bertempat di SD Ciburial 3 Kecamatan Cimanggu.
Adapun peneliti melakukan penelitian di SD
tersebut di atas, dengan pertimbangan (alasan), sebagai berikut :
1) Tempat penelitian mudah dijangkau dari tempat
peneliti.
2) Peneliti sudah terjalin hubungan yang erat,
dengan rekan-rekan seprofesi di SD Ciburial 3 Kecamatan Cimanggu, sehingga
diharapkan suasana lebih akrab (tidak kaku), sehingga guru (subyek teliti)
tidak merasa diinterfensi, dan hal ini akan memudahkan jalannya kegiatan
penelitian.
2. Subyek Penelitian
Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah
guru dan siswa kelas 4 SD Ciburial 3 Kecamatan Cimanggu.
L. Instrumen Penelitian atau Teknik Pengumpulan Data
1. Wawancara
“Wawancara adalah salah satu teknik
pengumpulan dan pencatatan data, informasi dan atau pendapat yang dilakukan
melalui percakapan dan tanya jawab.” (A. Tabrani Rusyan, 1999 : 183).
Berdasarkan uraian di atas tentang pengertian
wawancara maka penulis berpendapat bahwa teknik pengumpulan data (informasi)
dengan menggunakan angket dan wawancara hampir sama, hanya saja perbedaannya
dari cara mengajukan pertanyaan dari peneliti dan cara menjawab pertanyaan yang
dilakukan oleh responden, yaitu kalau angket dilakukan secara tertulis,
sedangkan wawancara dilakukan dengan cara lisan.
Dengan demikian, dalam penelitian sesuai
dengan telah dikemukan di muka, bahwa wawancara dapat dijadikan pendukung
(penunjang) dari angket.
Maka peneliti dalam tahap orientasi dengan pendakatan
observasi untuk mengumpulkan data (informasi) selain menggunakan instrumen
angket juga menggunakan wawancara.
2. Observasi
Observasi merupakan teknik pengamatan terhadap
obyek penelitian. Teknik ini digunakan untuk mengamati secara langsung upaya
guru menerapkan pembelajaran Pakem untuk meningkatkan pemahaman siswa pada
pembelajaran IPA.
3. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi digunakan untuk memperoleh
data tertulis tentang obyek yang diteliti secara akurat. Studi kepustakaan
digunakan untuk memperoleh landasan yang berhubungan dengan pokok permasalahan
yang dibahas, serta sebagai bahan pertimbangan untuk melihat keadaan nyata yang
ada di lapangan, selain itu digunakan untuk menganalisis rencana pengajaran
baru.
4. Tes Hasil Belajar
Tes diberikan kepada siswa untuk mengukur
penguasaan materi pelajaran setelah proses pembelajaran berlangsung. Tes
diberikan pada siklus tindakan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil
belajar siswa dengan pembelajaran Pakem.
M. Teknik Pengolahan Data
1. WAWANCARA
Pengolahan data pada
wawancara dilakukan dengan cara analisis jawaban dari responden.
2. OBSERVASI
Pengolahan data pada observasi dilakukan dengan memberikan
daftar ceklis pada prilaku guru dan siswa dalam proses pembelajaran dengan
menggunakan Pakem.
3. TES HASIL BELAJAR
Pengolahan data pada tes hasil belajar dilakukan dengan
menggunakan nilai rata-rata hasil belajar siswa. Dengan menggunakan
rumus
N. Daftar Pustaka
Alto dan Sukardi (2000). Training Needs
Assessment: Incountry Programme, Incollaboration with Colombo Plan Staf College
(CPSC) for Technician Education Manila Phillipines and Directorate of Technical
and Vocational Education Jakarta, Indonesia. Manila: Published by
CPSC.
BSNP. (2006). Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar IPA. Jakarta: BSNP.
Haryanto. (2004). Buku Pelajaran IPA SD kelas IV. Jakarta : Erlangga.
LPMP (2006) Pembelajaran Kooperatif. Banten : LPMP.
Mayer, R.E. (2003). Learning and Instruction. Pearson Education, Inc:
Upper Saddle River.
Melvin L. Silberman, ( 2004). Active Learning, 101 Cara Belajar Siswa Aktif.Bandung : Nusamedia dengan Nuansa.
Margono, (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Moeliono dkk. (1999). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdikbud dan Balai Pustaka.
Nasution, Noehi & A.A Ketut Budiastra.
(2002). Pendidikan IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Rachmat, Agus. (2003). Konsep Dasar IPA II. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wibawa Basuki. (2003). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Wirasasmita, Omang. (2001). Pendidikan IPA 3. Jakarta: Universitas Terbuka.
Yusnandar, (2003). Bimbingan Penilisan Karya Imiah. Serang: Universitas Indonesia.
O. Sistematika Penulisan
HALAMAN
JUDUL
HALAMAN
PENGESAHAN
ABSTRAKSI
PENELITIAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Definisi Operasional
BAB II KAJIAN TEORITIK TENTANG PEMBELAJARAN PAKEM DALAM PEMBELAJARAN
IPA
BAB III RANCANGAN PENELITIAN
A. Model PTK
B. Siklus Tindakan
C. Lokasi dan Subjek Penelitian
D. Instrumen Penelitian
E. Analisa Data
BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL
A.Pelaksanaan
1. Gambaran Awal Pembelajaran IPA
2. Pelaksanaan Siklus I
3. Pelaksanaan Siklus II
4. Pelaksanaan Siklus III
B. Hasil Penelitian
BAB
V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
B. Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
P. Personalia
Penelitian ini dilakukan oleh tim, yang
terdiri dari ketua, sekertaris dan anggota. Tim peneliti terdiri dari 5 orang,
yaitu peneliti sebagai ketua, Kepala Sekolah dan guru-guru SD Ciburial 3
Kecamatan Cimanggu.
Q. Lay Out Penelitian
JUDUL
: UPAYA GURU DALAM
MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG AKTIF KREATIF EFEKTIF DAN MENYENANGKAN DALAM MATA
PELAJARAN IPA DI KELAS IV SD CIBURIAL 3 KECAMATAN CIMANGGU.
|
TUJUAN
|
MASALAH
|
SUB MASALAH
|
ALAT PENGUMPUL DATA
|
INSTRUMEN PENELITIAN
|
|
Meningkatkan
aktivitas belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran Pakem di kelas 4 SD
|
Apakah penerapan
pembelajaran Pakem dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas 4 SD?
|
1) Landasan teori pembelajaran Pakem
2) Pengukuran pembelajaran Pakem
|
Observasi
wawancara
|
Pedoman Observasi
Pedoman wawancara
|
|
Meningkatkan hasil
belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran Pakem di kelas 4 SD
|
Apakah penerapan
pembelajaran Pakem dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas 4 SD?
|
1) Pemahaman siswa pada konsep IPA
2) Pembelajaran IPA
|
Tes hasil belajar
|
Pedoman penilaian
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar