ANALISIS EMPIRIS TENTANG
KONDISI OBJEKTIF
MANAJEMEN
PESERTA DIDIK MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 BANDUNG
A.
Latar Alamiah Madrasah
Aliyah Negeri 2 Bandung
1.
Sejarah Singkat
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
MAN
2 Kota Bandung semula yaitu Madrasah Aliyah Negeri filial Cililin yang
berlokasi di Cijerah. Setelah penegrian berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Agama RI tanggal 11 Juli 1991 Nomor : 137 berdiri Madrasah Aliyah Negeri
Cijerah (Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bandung).
Mengingat Madrasah Aliyah Negeri yang pertama yaitu MAN
Bandung berlokasi di Jln. H. Alpi Bandung Barat, maka untuk MAN 2 Kota Bandung
dipilih dengan lokasi yang berbeda dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan
masyarakat di berbagai tempat. Lokasi yang dipilih untuk MAN 2 Kota Bandung bertempat di Bandung
Timur, tepatnya di Jln. Cipadung Cibiru Kota Bandung.
Dalam perjalanan yang telah mencapai 16 tahun, yang tetap
komitmen pada aturan yang berlaku searah dnegan kebijakan madrasah serta
pendayagunaan potensi edukatif, tenaga administratif dan fasilitas sarana yang
ada di MAN 2 Kota Bandung, telah mnunjukkan jatidirinya. Jumlah rombongan
belajar selalu bertambah setiap tahun. Untuk saat ini terdapat 25 rombongan
belajar yang semuanya melakukan aktifitas proses belajar mengajar pada saat
yang sama yaitu dari mulai pukul 06. 30 sampai dengan 13.00 dan dilanjutkan dengan kegiatan
ektrakurikuler dan Muatan Lokal sampai berakhir pukul 17.00. Keberhasilan
peserta didik dalam mengikuti proses pembelajran senantiasa meningkat, hal ini
ditunjukkan dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang senantiasa meningkat
dari tahun ke tahun. Prestasi yang dicapai oleh siswa menunjukkan peningkatan,
hal ini terlihat dari merebut gelar juara dari berbagai lomba yang diadakan,
baik untuk tingkat Kota Bandung maupun Jawa Barat.
Kendatipun demikian, sebagai suatu proses usaha
pendidikan yang menghadapi berbagai heterogenitas dalam komponen-komponennya,
maka tidak menutup mata terhadap kekurangan-kekurangan yang perlu
disempurnakan. Oleh karena itu dalam mengoperasionalkan usaha pendidikan pada
MAN 2 Kota Bandung, secara berkesinambungan pimpinan madrasah serta seluruh
mitra kerjanya senantiasa berfikir inofatif dan prosfektif menuju pendidikan
yang bermutu (Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014).
2.
Visi, misi dan
Tujuan Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
Visi, misi, dan
tujuan merupakan unsur penting pada lembaga
pendidikan. Visi merupakan bagian penting pertama yang kemudian
diturunkan menjadi misi. Visi dan misi tersebut harus memiliki tujuan yang
ingin dicapai. Visi, misi dan tujuan yang jelas akan memberikan arah yang jelas
terhadap berbagai kegiatan pendidikan. Oleh karena itu visi, misi dan tujuan
pendidikan perlu diperhatikan oleh lembaga penyelenggara pendidikan. Adapun visi, misi, dan tujuan pendidikan
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung akan
dijelaskan sebagai berikut:
a. Visi Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
Madrasah yang populis dengan keberhasilan lulusannya menjadi generasi yang cerdas, terampil, kaya ilmu pengetahuan berlandaskan akhlaqulkarimah
Madrasah yang populis dengan keberhasilan lulusannya menjadi generasi yang cerdas, terampil, kaya ilmu pengetahuan berlandaskan akhlaqulkarimah
b.
Misi Madrasah
Aliyah Negeri 2 Bandung
Visi Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung diuraikan melalui misi-misi
sebagai berikut:
1.
Membentuk akhlaq siswa yang berpribadi imani dan islami tercermin
dari prilaku kehidupan sehari-hari
2.
Membentuk sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, kaya ilmu
pengetahuan yang mengacu pada perkembangan jaman
3.
Menyiapkan pengetahuan dan keterampilan siswa untuk masuk
keperguruan tinggi negeri.
4.
Menyiapkan siswa dengan pengetahuan dan keterampilan keislaman
untuk terjun di lingkungan masyarakat.
c.
Fasilitas Madrasah
Aliyah Negeri 2 Bandung
1.
Jumlah ruang belajar
Ruangan belajar yang menunjang dalam proses pembelajaran peserta didik di
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sebanyak 31 ruangan, 10 ruangan kelas X, 10
Ruangan Kelas XI dan 11 Ruangan untuk kelas XII. Bagian
penting lainnya dari unsur penyelenggaraan pendidikan adalah peserta didik
(siswa). Peserta didik merupakan objek juga subjek dalam peruses
penyelenggaraan pendidikan.
Pelaksanaan belejar mengajar pada sebuah
lembaga pendidikan tentunya dilakasanakan pada kelas-kelasnya masing-masing
sesuai dengan tingkatan dan pilihan serta ketentuan yang telah dibuat oleh
pihak sekolah. Maka dengan itu
perlu kita mengetahui konidisi siswa serta kelas agar dapat mempermudah proses
penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan.
1. Jumlah Siswa Kelas I Tahun Pelajaran 2013/2014
TABEL
I
Jumlah
Siswa dan Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
|
X-1
|
X-2
|
X-3
|
X-4
|
X-5
|
||||||||||
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
|
15
|
21
|
36
|
16
|
22
|
38
|
15
|
24
|
39
|
15
|
24
|
39
|
14
|
24
|
38
|
|
X-6
|
X-7
|
X-8
|
X-9
|
X-10
|
||||||||||
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
|
14
|
23
|
37
|
15
|
24
|
39
|
14
|
24
|
38
|
13
|
23
|
36
|
14
|
24
|
38
|
(Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014)
Dari
tabel diatas, kita dapat mengetahui jumlah peserta didik kelas X.1 Madrasah
Aliyah Negeri 2 Bandung laki-laki 15 orang,
perempuan 21 orang jumlah 36 orang. untuk
kelas X.2 laki-laki 16 orang, perempuan 22 orang jumlah 38
orang. untuk kelas X.3 laki-laki 15 orang, perempuan 24 orang jumlah 39
orang. untuk kelas X.4 laki-laki 15 orang, perempuan 24 orang jumlah 39 orang.
untuk kelas X.5 laki-laki 14 orang, perempuan 24 orang jumlah 38
orang. untuk kelas X.6 laki-laki 14 orang, perempuan 23 orang jumlah 37
orang. untuk kelas X.7 laki-laki 15 orang, perempuan 24 orang jumlah 39
orang. untuk kelas X.8 laki-laki 14 orang, perempuan 24 orang jumlah 38
orang. untuk kelas X.9 laki-laki 13 orang, perempuan 23 orang jumlah 36
orang. untuk
kelas X.10 laki-laki 14 orang, perempuan 24 orang jumlah 38
orang. Dengan demikian jumlah seluruh
peserta didik kelas X sebanyak 378 orang.
2. Jumlah Siswa Kelas II Tahun Pelajaran 2013/2014
TABEL II
Jumlah Siswa
dan Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
|
XI-Agama
|
XI-Bahasa
|
XI-IPA 1
|
XI-IPA 2
|
XI-IPA 3
|
||||||||||
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
|
8
|
17
|
25
|
8
|
21
|
33
|
12
|
19
|
31
|
11
|
21
|
32
|
14
|
18
|
32
|
|
XI-IPA 4
|
XI-IPS I
|
XI- IPS 2
|
XI- IPS 3
|
XI- IPS 4
|
||||||||||
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
|
14
|
19
|
33
|
8
|
25
|
33
|
14
|
19
|
33
|
18
|
15
|
33
|
13
|
23
|
36
|
(Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014)
Dari tabel diatas, kita dapat mengetahui jumlah peserta didik kelas XI.Agama
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung laki-laki 8 orang, perempuan 17 orang jumlah 25
orang. untuk kelas XI.Bahasa laki-laki 8 orang, perempuan 21 orang jumlah 29
orang. untuk kelas XI.IPA 1 laki-laki 12 orang, perempuan 19 orang jumlah 31
orang. untuk kelas XI.IPA 2 laki-laki 11 orang, perempuan 21 orang jumlah 31
orang. untuk kelas XI. IPA 3 laki-laki 14 orang, perempuan 18 orang jumlah 32
orang. untuk kelas XI.IPA 4 laki-laki 14 orang, perempuan 19 orang jumlah 33
orang. untuk kelas XI.IPS 1 laki-laki 8 orang, perempuan 25 orang jumlah 33
orang. untuk kelas X.IPS 2 laki-laki 14 orang, perempuan 19 orang jumlah 33
orang. untuk kelas XI.IPS 3 laki-laki 18 orang, perempuan 15 orang jumlah 33
orang. untuk kelas XI.IPS 4 laki-laki 13 orang, perempuan 23 orang jumlah 36
orang. Dengan
demikian jumlah seluruh peserta didik kelas XI
sebanyak 317 orang.
3. Jumlah Siswa Kelas III Tahun Pelajaran 2013/2014
TABEL III
Jumlah
Siswa dan Kelas XII Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
|
XII-Agama
|
XII-Bahasa
|
XII-IPA 1
|
XII-IPA 2
|
XII-IPA 3
|
||||||||||
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
|
16
|
18
|
24
|
5
|
10
|
15
|
10
|
21
|
31
|
11
|
23
|
34
|
10
|
22
|
32
|
|
XII-IPA 4
|
XII-IPA 5
|
XII-IPS 1
|
XII-IPS 2
|
XII-IPS 3
|
XII-IPS 4
|
||||||||||||
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
|
8
|
25
|
33
|
8
|
25
|
33
|
16
|
21
|
37
|
17
|
22
|
39
|
16
|
20
|
36
|
13
|
24
|
37
|
(Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014)
Dari tabel diatas, kita dapat mengetahui jumlah peserta didik kelas XII.Agama
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung laki-laki 16 orang, perempuan 18 orang jumlah 34
orang. untuk kelas XII.Bahasa laki-laki 5 orang, perempuan 10 orang jumlah 15
orang. untuk kelas XII.IPA 1 laki-laki 10 orang, perempuan 21 orang jumlah 31orang.
untuk kelas XII IPA.2 laki-laki 11 orang, perempuan 23 orang jumlah 34 orang.
untuk kelas XII.IPA 3 laki-laki 10 orang, perempuan 22 orang jumlah 32 orang.
untuk kelas XII.IPA 4 laki-laki 8 orang, perempuan 25 orang jumlah 33 orang.
untuk kelas XII.IPA 5 laki-laki 8 orang, perempuan 25 orang jumlah 33 orang.
untuk kelas XII.IPS 1 laki-laki 16 orang, perempuan 21 orang jumlah 37 orang.
untuk kelas XII.IPS 2 laki-laki 17 orang, perempuan 22 orang jumlah 37 orang. untuk
kelas XII.IPS 3 laki-laki 16 orang, perempuan 20 orang jumlah 36 orang. XII.IPS
4 laki-laki 13 orang, perempuan 24 orang jumlah 37 orang Dengan demikian jumlah
seluruh peserta didik kelas XII sebanyak 361 orang. Jadi dapat disimpulkan
jumlah seluruh peserta didik dari kelas X - kelas XII sebanyak 1056 orang
5.
Sarana Fisik
Bangunan
Sarana pada lembaga pendidikan merupakan
bagian penting dalam membantu
terselenggaranya proses pendidikan. Sara merupakan unsur pendidikan yang
termasuk pada standar sarana dan pra sarana. Sarana memiliki banyak ragam dan
jenisnya, termasuk didalamnya sarana fisik bangunan.
Sarana fisik bangunan termasuk sarana tempat
serta bagian-bagian penting lainnya, yang dimiliki oleh Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
meliputi; R. Kelas, R. Kepala, R. Guru, R.
Kantor (TU), Toilet/WC
Siswa, R. Laboratorium, R. Perpustakaan, R.
Komputer, R. Serbaguna, R. Keterampilan, R.
Pramuka, Toilet/WC Guru, R. OSIS, R.
UKS, Mushola, Kantin, R. Office Boy, R. Gudang BP, R Toilet/WC
Siswa, R.
Pramuka, Kantin, R. Office Boy, R. Gudang, R.
BP, dan Mushola. Dari uraian tersebut, secara keseluruhan
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung telah mengikuti standar sarana yang
baik dan tidak memaksa (Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014). TABEL IV Daftar
Sarana Fisik Bangunan Madrasah Aliyah
Negeri 2 Bandung terlampir.
6.
Sarana
Penunjang A
Sarana penunjang utama merupakan sarana pokok yang harus dimiliki dan
menjadi unsur penting dalam pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan. Sebagai
lembaga pendidikan formal Madrasah
Aliyah Negeri 2 Bandung telah memenuhi dan memiliki sarana tersebut.
Sarana penunjang utama yang dimiliki Madrasah Aliyah Negeri Bandung yang menjadi
pendukung dalam kelancaran proses pelaksanaan pembelajaran, yaitu; Komputer
(TU) juga Mesin Tik Manual, Printer, Kursi Siswa, Kursi Guru, Meja Siswa, Meja
Guru, White Board/Papan Tulis, Lemari, dan Kendaraan Dinas (Dokumen TU MAN 2
Bandung, 2014) Tabel V Jumlah Sarana Penunjang A Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung terlampir.
7.
Sarana
Penunjang B
Sarana pada lembaga pendidikan sangan beragam. Jika dikategorikan ada
sarana penunjang utama (A) dan sarana penunjang kedua (B). Adapun sarana
penunjang kedua (B) yang dimiliki oleh
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yang menjadi pendukung dalam kelancaran
proses pelaksanaan pembelajaran.meliputi; Pertama laboratorium fisika,
kimia, biologi, bahsa dan komputer. Kedua, keterampilan otomotif,
elektro, pertukangan, bengkel las dan tata busana. Ketiga, Perpustakaan Buku
Bacaan, Rak Buku, Ruang Baca, Komputer, dan Administrasi Perpustakaan. Keempat, Olah Raga meliputi; Lapangan
Badminton, Lapangan Volley, Bola Volley, dan Bola
Sepak, dan Bola Basket. Kelima, alat kesenian yaitu gamelan.
Sara penunjang kedua (B) tersebut sebagaian besar sudah dimiliki. Namun,
terdapat yang belum ada terutama pada sarana keterampilan. Adapun sebagaian
besar lainnya, sarana laboratorium dan olah raga sudah ada dengan kondisi baik,
sedangkan untuk sarana perpustakaan sudah ada dengan kondisi cukup (Dokumen
TU MAN 2 Bandung, 2014) Tabel VI Jumlah Sarana Penunjang
B Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
terlampir.
8.
Sarana Lainnya
Dalam uapaya terselenggaranya proses pendidikan yang dijalankan pada Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung tentunya
membutuhkan berbagai sarana yang dapat membatu terselenggaranya proses
pendidikan dengan baik. Selain sarana utama dan kedua tentunya membutuhkan
sarana pendukung lain yang tidak kalah pentingnya.
Sarana lain yang dimiliki oleh Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yaitu; Pertama,
Tanah dengan luas tanah seluruhnya 6.714
M2, Luas
tanah yang masih bisa digunakan untuk
pembangunan 3.280 M2. Luas tanah untuk halaman 144 M2, luas tanah olahraga 50
M2 .Luas tanah untuk kebun 30 M2. Kedua, Lapangan
Upacara seluas 140
m2, dengan Jenis Lantai Plester. Ketiga, Pemagaran Tembok. Keempat, Sumber Air Jet Pump. Kelima, Sanitasi (Resapan) dengan kualitas Cukup. Keenam, Penghijauan/Tanaman Rindang, namun kurang tertata rapi. Keenam, Tempat Sampah dalam bentuk kotak sampah kayu di tiap kelas dan
pojok halaman.
Demikian sarana penunjang lain sebagai pendukung terselenggaranya proses
pendidikan Madrasah Aliyah Negeri 2
Bandung. ( Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Sarana, Rabu,
14 Mei 2014)
9.
Keadaan kepala sekolah, guru dan staf.
Madrasah Aliyah Negeri 2
Bandung sebagai lembaga pendidikan Islam juga sebagai lembaga pendidikan
Nasional. Tentunya harus memenuhi syarat dalam standar penyelenggaraan
pendidikan nasional. Salah satu diantaranya ialah terpenuhinya tenaga pendidik
dan tenaga kependidikan.
Tenaga pendidik dan kependidikan merupakan bagaian uatama yang
dapat menjalankan proses penyelenggaraan pendidikan pada sebuah intansi
pendidikan. Madrasah Aliyah Negeri 2
Bandung dalam proses pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan berupaya sebaik
mungkin dalam merekrut oarang-orang yang berkompeten dan kafabel pada bidang
yang
dibutuhkan
yaitu sebagai tenaga pendidik dan kependidikan yang benar-benar profesional.
10.
Jumlah Pendidik
dan Kependidikan
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tenaga pendidik dan tenaga
kependidikan memiliki peran yang sangat penting. Tenaga pendidik dan
kependidikan dari kepala madrasah beserta seluruh jajarannya yang ikut terlibat
dalam pelaksanaan proses pendidikan yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung seluruhnya
berjumlah 99 orang.
Dari jumlah 99 orang tersebut, memiliki tugas masing-masing dalam membatu
memajukan dan melaksanakan kegiatan yang diselenggarakan. Staf administrasi
berjumlah 18 orang, sedangkan yang lainnya memiliki tugas utama mengajar sesuai
dengan mata pelajaran yang dipegang masing-masing (Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014)
Tabel VII Data
Tenaga Pendidik dan Kependidikan terlampir.
Mata Pelajaran yang diselenggarakan pada
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung pada ininya sama dengan Madrasah Aliyah
yang lain. Mata pelajaran yang disajikan pada tingkat madrasah aliyah berjumlah
17 mata pelajaran. Perbedaan mata pelajaran yang disajikan terletak pada
materi-materi tambahan yang termuat pada kurikulum yang disajikan madrasah.
Kurikulum yang disajikan merupakan kurikulum KTSP yang pengembangannya
disesuaikan dengan keperluan (kurikulum lokal
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sendiri. Mata pelajaran tambahan yang
diselenggarakan Madrasah Aliyah Negeri 2
Bandung sebagai tambahan dan keunggulan yang dimiliki meliputi Kesenian,
Keterampilan Bahsa Asing, Muatan lokal, dan Bimbingan konseling (BK). Dalam
mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakan oleh madrasah, diselenggarakan
juga kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler sebagai tambahan seperti pramuka,
paskibra, putsal, dan grup seni sunda.
Adapun jumlah tenaga pendidik yang
terlibat pada Madrasah Aliyah Negeri 2
Bandung tahun ajaran 2013-2014, berjumlah 99 orang. Dari 99 orang tersebut,
selain sebagai guru mata pelajaran juga ada yang menjadi pembina kagiatan lain
seperti pramuka. Selain dari tenaga pendidik yang memegang mata pelajaran,
mereka sebagai tenaga pelaksana administrasi
madrasah.
Dilihat dari status tugas kerja pada
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung terdapat 62 orang guru yang sudah
menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS) Deparemen Agama/Kementrian Agama, sedangkan
Guru Tidak Tetap (GTT/honorer) sebanyak 19 orang, bagian tata usaha 18
orang dengan demikian jumlah keseluruhan
tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yang ada 99 orang.
Dan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung baik guru-guru dan staf tata usaha
ada koordinasi yang abaik sehingga adanya lembaga sekolah Madrasah Aliyah
Negeri 2 Bandung berprestasi dan di akui oleh pemerintah dan masyarakat ( Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014)
Tabel VIII Data
Mata Pelajaran dan Jumlah Tenaga Pendidik (Staf Tata Usaha) Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung 2013-2014 terlampir.
11. Latar Belakang Pendidikan
Tenaga pendidik Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung jika dilihat
dari latar belakang pendidikan ahirnya 100 % sudah memenuhi standar kualifikasi
strata 1 (S1) sebanyak 55 orang tenaga pendidik yang belum menjadi Pegawai
Negri Sipil, 19 orang yang sudah menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS) Kementrian
Agama, dan 62 orang sebagai tenaga administrasi. Selain itu terdapat juga yang
sudah menyelesaikan strata 2 (S2) sebanyak 12 orang. Sedangkan tenaga kependidikan (staf administrasi) terdapat 18 orang.
Dari uraian diatas, dapat diketahui bahwa
seluruh tenaga pendidik dan kependidikan
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung berjumlah 99 orang dan semuanya sudah memenuhi standar kualifikasi strata 1 (S1) dan terdapat yang sudah selesai
strata2 (S2) (Dokumen TU MAN 2 Bandung,2014). Tabel IX Pendidikan
Terakhir Staf Madrasah Aliyah Negeri 2
Bandung terlampir.
B. Pelaksanaan Manajemen Peserta Didik Madrasah Aliyah
Negeri 2 Bandung
1. Perencanaan Manajemen peserta didik MAN 2
Bandung
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sebagai lembaga
pendidikan yang sudah di akui oleh warga masyarakat sekitar maupuh oleh
pihak pemerintah. Tentunya
memiliki manajerial yang senantias mengarah pada perbaikan-perbaikan sehingga
dari waktu mengalami kemajuan yang signifikan. Dalam pelaksanaannya, manajemen
merupakan alat yang haruslah dilakukan untuk dapat mempertahankan bahkan
meningkatkat kualitas madrasah itu sendiri. Diantara manajeme yang dilakukan
ialah melalui perencanaan yang bagus terutama pada masalah peserta didik.
sebagaimana kita ketahui merupakan unsur penting dalam suatu lembaga
pendidikan. Maka segala bentuk yang bersangkutan dengan peserta didik haruslah
diperhatikan dan direncanakan dengan sematang mungkin. Perencanaan yang bagus tentunya akan sangat
membantu dalam upaya mencapai tujuan dari penyelenggaraan pendidikan tersebut
baik secara intansional maupun nasional.
a.
langkah-langkah perencanaan yang dilaksankaan
pada manajemen peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung meliputi sebagai berikut:
Mekanisme yang dijalan dalam
penerimaan peserta didik baru ialah dengan membentuk program-program muai dari
pembentukan kepanitiaan, pembagian tugas kerja, penentuan waktu-waktu (agenda
kegiatan) sehingga dari mulai penerimaan sampai dengan selesai pelaksanaan
penerimaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancer sesuai dengan yang
diharapkan.
b.
Menentukan
tujuan penerimaan peserta didik baru
Tujuan
dalam penerimaan peserta didik baru madrasah aliyah Negeri 2 Bandung ialah memberikan layanan bagi
anak usia sekolah untuk memasuki satuan pendidikan yang lebih tinggi secara
tertib, terarah dan benar. Tujuan tersebut sebagai uapaya mempertahankan dan
mengembangkan syi’ar dimuka bumi. Waktu ke waktu tentunya mengalami kemajuan
dan perubahan, sehingga dari satu waktu kewaktu lain tentunya akan terjadi
perputaran dan pertukaran peserta didik. Maka dengan itu sudah suatu kewajaran
jika seluruh stekholder melakukan
uapaya-upaya perekrutan peserta didik baru yang memiliki tujuan utamanya ialah
menjaga peroses pendidikan agar tidak sampai terputus.
Proses
pendidikan merupakan hal yang harus dipertahankan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah
Saw. Bahwa manusia wajib menuntut ilmu itu dimulai sejak buaian sampai liang
lahat (kematian) tiba. Maksudnya selagi hayat masih dikandung badan berarti
kewajiban kita dalam menuntut ilmu masih wajib, dengan demikian lembaga
pendidikan snantias memperjuangakan agar dari tahun ketahun tidak sampai
terputus para peserta didiknya sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan
pendidikan (Wawancara dengan Wakil
Kepala Bidang Kesiswaan, Rabu, 14 Mei 2014).
Penentuan tujuan
demi peserta didik mampu menjadi peserta didik yang baik tentunnya harus adanya
penentuan orientasi peserta didik kedepan hal itu lah demi peserta didik yang
baik. Demi peserta didik MAN 2 Bandung menjadi manusia yang setutuhnya.
Idealnya penentuan
tujuan peserta didik adalah Menyusun langkah-langkah untuk mencapai sasaran, hal ini
bertujuan untuk memudahkan pencarian peserta didik baru supaya menjadi mudah untuk
peserta didik menginginkan masuk ke MAN 2 Bandung dengan strategi yang di
siapkan. Perumusan tujuan, hal ini bertujuan untuk merumuskan orentasi peserta
didik kedepan akan seperti apa. Dan Kebijakan ha ini bertunuajn untuk membuat
tatatertib dan peraturan untuk peserta didik.
2. Penerimaan Peserta didik di Madrasah Aliyah
Negeri 2 Bandung
a. Sistem penerimaan peserta didik
Dalam merealisasikan semua rencana terkait
masalah peserta didik, maka Madrasah Aliyah
Negeri 2 Bandung berusaha untuk melakukan berbagai kegiatan dalam
melaksanakan manajemen peserta didik dengan baik. Diantaranya sebagai berikut:
1.
Penerimaan
peserta didik baru (PPDB)
Dalam pelaksanaan penerimaan peserta
didik baru Madrasah Aliyah Negeri 2
Bandung, setelah dibentuk kepanitiaan yang kemudian menentukan
ketentuan-ketentuan dalam perencanaan penerimaan peserta didik baru terdapat
beberapa langkah teknis lainnya yang harus dilaksanakan oleh panitian
penerimaan peserta didik baru, sebagai berikut:
a.
Membuka
pendaftaran peserta didik baru
Ialah melaksanakan penerimaan peserta didik baru mulai tanggal ditetapkan sampai batas terakhir penerimaan dengan
ketentuan yang telah ditetapkan.
b.
Melaksanakan
tes (ujian) seleksi penerimaan peserta didik baru
Pada tahap ini ialah melaksanakan ujian seleksi penerimaan peserta
didik baru dengan jenis seleksi yang telah ditetapkan. Adapun pelaksanaan
teknis dalam ujian seleksi tersebut yang berhak mengawas ialah khusus panitia
tes ujian seleksi yang dibentuk bukan
oleh panitia penerima peserta didik. Melakukan tes bagi yang nilai akademiknya masih kurang
di bawah standar maka di adakan sleksi prestasi dengan menunjukan sertifikat
prestasinya dan langsung di sleksi. (Wawancara
dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Rabu, 14 Mei 2014).
c.
Adapun tes
ujian seleksi yang dilaksanakan di ada tiga bentuk yaitu:
1)
Tes akademik
umum jalur prestasi
kejuaraan.
Pada
tes ini para peserta diberikan soal-soal mata pelajaran umum seperti
Matematika,IPA, IPS, Bahasa Inggris dan yang lainnya.
2)
Tes bakat
skolastik
Tes
bakat skolastik ialah tes pada kemampuan, skil-skil yang dimiliki oleh para
peserta ujian seleksi.
3)
Tes Baca Tulis
Al-Quran (BTAQ) dan praktik ibadah
Pada
tes ini peserta akan di uji tentang membaca, menulis al-quran dan praktik
peribadahan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh
panitia penerimaan peserta didik baru.
d.
Pengumuman
peserta didik baru yang lulus sleksi dan diterima madrasah
Setelah selesai pelaksanaan ujian tes seleksi penerimaan peserta
didik baru, maka panitia tes seleksi menyerahkan hasilnya kepada panitia
penerimaan peserta didik baru untuk kemudian mengumumkannya kepada para peserta
ujian mereka yang lolos dan diterima oleh sekolah melalui panitia pelaksana.
Pengumuman ini dimaksudkan untuk peserta didik
mengetahui peserta didik itu bisa masuk di MAN 2 Bandung atau tidak, ini juga
demi melaksadakan sistematika dan prosedur penerimaan peserta didik baru dmi
adanya peserta didik yang punya daya saing dan kompetitif.
Idealnya dalam penerimaan
peserta didik harus adanya Penetapan daya
tampung peserta didik,Penetapan syarat peserta didik yang akan
diterima, Pembentukan panitia penerimaan peserta didik
baru , Menentukan banyaknya siswa yang diterima, Mengadakan
pengumuman penerimaan, Mendaftar kembali calon yang sudah diterima, Melaporkan
hasil kerjanya kepada pimpinan sekolah.
e.
Evaluasi dan
pelaporan penerimaan peserta didik baru
Evaluasi yang dimaksud ialah setelah selesai pelaksanaan penerimaan
peserta didik baru mulai dari pendaftaran, seleksi dan diumumkannya yang
diterima menjadi peserta didik baru pada Madrasah Negeri 2 Bandung, maka panitia melakukan
evaluasi kepanitiaan dan laporan kepada kepala sekolah dan komite sekolah juga
laporan kepada pengawas.
b.
keriteria/syarat
calon peserta didik baru MAN 2 Bandung
Keriterian
calon peserta didik baru Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung dibuat oleh panitia
penerimaan peserta didik baru yang dipinpin oleh PKS Bidang kesiswaan kemudian
diketahui dan disepakati oleh kepala madrasah.
Secara
garis besar keriteria yang dibuat di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung relatif
sama dengan madrasah-madrasah lainnya, karena masalah dalam penerimaan peserta
didik baru telah diatur pula oleh pemerintah daerah. Namun demikian terdapat
beberapa asfek tertentu yang berbeda tergantung tujuan dari masing-masing
madrasah yang bersangkutan (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan,
Rabu, 14 Mei 2014).
Diantara
keriterian atau ketentuan calon peserta didik baru Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sebagai berikut:
a.
Calon diantar
oleh orang tua / wali
b.
Mengisi formuir
yang telah tersedia
c.
Melampirkan
persyaratan sebagai berikut:
1)
Foto copy
ijazah (dilegalisir) 1 lembar
2)
Foto copy SKHUN
(dilegalisir) 1 lembar
3)
Surat kelakuan
baik dari sekolah asal
4)
Pas photo 2 x 3
= 2 lb; dan 3 x 4 = 3 lb
5)
Membayar
administrasi keuangan sekolah
Bagi siswa pindahan (mutasi masuk), selain persyaratn diatas harus
dilengkapi:
1)
Surat
keterangan mutasi dari sekolah asal,
2)
Menyerahkan
buku raport dari sekolah asal.
c.
Membentuk
panitia pelaksana penerimaan peserta didik baru
Pembentukan panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB)
dilaksanakan dan melibatkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan madrasah.
Kepanitiaan yang telah dibentuk di berikan surat keputusan (SK) oleh kepala Madrasah.
Secara sefesifik kepanitiaan dalam penerimaan peserta didik baru
meliputi:
a)
Pengarah : Kepala Madrasah
b)
Penanggung
jawab : PKS Bid. Kesiswaan
c)
Ketua : Wiwin Winarsih
d)
Sekretaris : Kokom Komariah
e)
Bendahara : Endi
Itulah sederhananya struktural dalam
kepanitiaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung.
Adanya penerimaan peserta didik ini bertujuan demi terwujudnya sleksi ini
untuk peserta didik yang unggul dan baik pula. Dengan adanya sikap peserta
didik.
3. Pengelompokan Peserta didik di MAN 2 Bandung
Pengelompokan yang didasarkan atas kemapuan
adalah suatu pengelompokan di mana peserta didik yang pandai dikumpulkan dengan
yang pandai, yang kurang pandai dikumpulkan dengan yang kurang pandai.
Sementara pengelompokan dalam setting kelas adalah suatu pengelompokan di mana
peserta didik pada masing-masing kelas, dibagi lagi menjadi beberapa kelompok
kecil. Pengelompokan ini juga memberi kesempatan kepada masing-masing individu
untuk masuk ke dalam lebih dari satu kelompok. Adapun kelompok-kelompok kecil
pada masing-masing kelas demikian dapat dibentuk berdasarkan karakteristik
individu. (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Kamis, 15 Mei 2014).
Adapun tujuan orientasi peserta didik
adalah sebagai berikut:
a. Agar peserta didik mengenal lebih dekat
mengenai diri mereka sendiri ditengah-tengah lingkungan barunya
b. Agar peserta didik mampu mengenal
lingkungan baik fisik maupun sosialnya
c. Pemanfaatan semaksimal mungkin terhadap
layanan yang dapat diberikan oleh sekolah
d. Sosialisasi diri dan pengembangan diri
secara optimal
e.
Menyiapkan peserta didik secara fisik, mental, dan emosional agar siap
menghadapi lingkungan baru sekolah.
Hal ini diadakanya
adalah demi terbetuknya mengenai diri, Layanan diberikan oleh sekolah Sosialisasi diri dan pengembangan diri secara optimal lingkungan baik.
4.
Mengatur Kehadiran peserta didik
di MAN 2 Bandung
Adapaun tata tertib peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sebagai berikut:
a) Kehadiran Siswa
1)
Setiap siswa
harus hadir 10 menit sebelum bel masuk dan 30 menit bagi siswa yang bertugas
piket kebersihan
2)
Setiap siswa
yang terlambat datang harus melapor kepada guru piket
3)
Siswa yang
meninggalkan sekolah sebelum waktunya karena ada kepentingan harus mendapat
izin meninggalkan sekolah dari guru piket
4)
Jika bel masuk
dibunyikan, seluruh siswa harus masuk ke kelas secara tertib dan mempersiapkan
diri untuk menerima pelajaran.
5)
Jika guru belum
masuk ke kelas, 5 menit setelah bel masuk/ganti pelajaran, maka KM harus
memberitahukan kepada guru piket.
6)
Siswa sebelum
berada di kelas atau di halaman sekolah siswa tidak boleh mengganggu ketertiban
dan kelancaran proses belajar mengajar.
7)
Waktu istirahat
siswa tidak diperkenankan berada di dalam kelas, kecuali siswa sakit/keadaan
hujan atau sedang melaksanakan tugas.
8)
Setiap siswa
harus mengikuti upacara hari senin atau kegiatan upacara lainnya yang
diselenggarakan oleh sekolah.
9)
Absensi siswa
dan agenda kelas diserahkan setiap hari kepada tata usaha (TU) setalah KBM
selesai (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Jumat, 16 Mei 2014).
10)
Bila berhalangan
hadir dalam kegiatan belajar mengajar siswa harus memberitahukan secara
tertulis dari orang tua, dan apabila sakit lebih dari satu hari harus ada surat
dari dokter.
Kehadiran
peserta didik di Madrasah Aliayah Negeri 2 Bandung adalah kehadiran dan ketidak
hadiran peserta didik secara fisik dan mental terhadap aktifitas sekolah pada
jam-jam efektif di sekolah. Sedangkan ketidak hadiran adalah ketiadaan
partisifasi secara fisik peserta didik terhadaop kegiatan-kegiatan di Madrasah
a. Sebab-sebab kehadiran
peserta didik di MAN 2 BAndung
1.
Ketidak hadiran yang bersumber
dari keluarga .adanya suatu keluarga yang mendukung terhadap kehadiran peserta
didik akan tetapi sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak mengharapkan
peserta didik atau anaknya ada di sekolah.bahkan yang lebih banyak orang tua
adalah sebagai penghalang dan perintang untuk anaknya da di sekolah.
2.
Ketidakhadiran yang di
ssebabkan oleh atau sumber dari keluarga adaloah sebagai berikut
a.
Ada kegiatan keagamaan di
rumah.
b.
Ada persoalan di lingkungan
rumah
c.
Ada kegiatan darurat di rumah
d.
Adanya keluarga yang pindahan
yang membuat peserta didik untuk ikut membantu
e.
Adanya kematian.
3.
Ketidakhadiran di sebabkan oleh
peserta didik itu sendiri.hal ini dapat terjadi, terutama bagi peserta didik
yang berjiwa labil serta kurang pengawasan dari orangtuanya itu sendiri.
a.
Lupa tidak bersekolah
b.
Moralnya tidak baik
c.
Terjadi perkelahian antar
peserta didik
d.
Sakit yang tidak diketahui
kapan sembuhnya.
e.
Anggota kelompok yang suka
membolos.
4.
Ketidak hadiran yang bersumber
dari sekolah
Adapun penyebab –penyebab
sumber ketidak hadiran peserta didik di sekolah yang bersumber dar lingkungan
sekolah sebagai berikut:
a.
Lingkungan sekolah yang tidak
menyenagkan
b.
Program sekolah yang tidak
efektif
c.
Terlalu sedikit peserta didik
yang masuk tiodak ada temen untuk mengeluarkan ekfresi
d.
Biaya sekolah yang terlalu
mahal
e.
Transfortasi sekolah yang tidak
memadai
f.
Kurangnya fasilitas sekolah
g.
Kurangnya bimbingan dari guru
baik secara individual maupun secara kelompok kepada peserta didik
h.
Program yang ditawarkan sekolah
kepada peserta didik tidak menak akhirnya peserta didik bosan dan jenuh
b. Pendekatan peningkatan
kehadiran siswa
1.
Perbaikan lingkuangn sekolah
2.
Perbaikan kondisi sekolah
3.
Perbaikan terhadap peserta
didik sendiri
4.
Perbaiakan terhadap kondisi
masyarakat
c. Catatan kehadiran dan
ketidak hadiran dilingkungan sekolah
Peserta
didik yang hadir di sekolah hendaknya di catat oleh guru dalam buku presensi.
Sementara peserta didik yang tidak hadir di sekolah daftar kehadiranya peserta
didik, sementara absensi adalah buku daftar hadir siswa
5. Pembinaan
disiplin peserta didik di MAN 2 Bandung
a.
Kode Etik peserta didik di MAN 2 Bandung
1)
Semua siswa
harus bersikap sopan santun kepada semua stap pengajar, Staf karyawan, teman,
dan kepada siapapun.
2)
Pergaulan siswa
putra dan putrid harus sesuai dengan akhlak islam.
3)
Setiap siswa
harus membaca salam apabila masuk kelas, kantor, ruang guru, dan bertemu dengan
guru dan sesame teman.
4)
Setiap siswa
harus membaca doa sebelum dan sesudah jam pelajaran yang dipimpin oleh KM atau
siswa lain yang ditunjuk KM.
5)
Setiap siswa
tidak boleh membawa barang atau senjata tajam, api, photo, gambar, dan buku
bacaan yang tidak layak dibaca oleh seorang
pelajar.
6)
Setiap siswa dilarang membawa, mengkonsumsi, mengedarkan
obat-obatan terlarang/narkoba baik di lingkungan sekolah maupun di luar
sekolah.
7)
Bagi siswa
putra tidak boleh berkuku panjang, memakai kalung, giwang atau gelang dan
rambut harus sopan, rapih pantas dan tidak kena kerah baju.
8)
Bagi siswa
putri tidak boleh berkuku panjang, memakai cutex, dan perhiasan yang
berlebihan.
9)
Siswa tidak
diperbolehkan makan makanan didalam kelas.
10)
Siswa tidak
diperkenankan mengaktifkan alat komunikasi atau Handfond
(HP) ketika sedang proses belajar mengajar berlangsung.
11)
Setiap siswa
harus mentaati tata tertib dan ketentuan-ketentuan lain yang dikeluarkan oleh
sekolah. (Wawancara dengan Wakil
Kepala Bidang Kesiswaan, Rabu, 14 Mei 2014).
Hal ini diadakannya
demi terbentuknya siswa teratur dan tertib peraturan ini akan lebih membantu
guru supaya tertib admistrasi dan peserta didik yang baik pula.
b.
Bidang Pelayanan
Konseling di MAN 2 Bandung
Dalam pelaksanaannya, pelayanan konseling dapat melalui
bidang-bidang berikut: Satu, Pengembangan kehidupan pribadi, dua Pengembangan
kehidupan sosial, tiga Pengembangan kegiatan belajar, dan empat Pengembangan
karir.
c.
Jenis Layanan
Adapun jenis layanan yang dilaksanakan meliputi; 1) Orientasi, 2)
Informasi, 3) Penempatan dan penyaluran, 4) Penguasaan konten, 5) Konseling
perorangan, 6) Bimbingan kelompok, 7) Konseling kelompok, 8) Konsultasi, 9)
Mediasi.
d.
Penilaian Konseling
Pelaksanaan konseling tentunya membutuhkan suatu penilaian.
Penilaian yang dapat dilakukan dapat melalui tiga jenjang yakni; 1) Penilaian
segera (LAISEG), 2) Penilaian Jangka pendek (LAIJAPEN), 3) Penilaian Jangka
Panjang (LAIJAPA). (Wawancara dengan Bidang BK
MAN 2 Bandung, Senin, 19 Mei 2014).
e.
Ruang Kelas
1)
Ruang kelas dan
perlengkapannya hendaklah selelu bersih dan dalam keadaan bersih, dan dalam
keadaan siap untuk dipakai.
2)
Diruang kelas
harus sudah dipersiapkan peralatan untuk kegiatan belajar mengajar.
3)
Pemeliaharaan
alat pembelajaran milik sekolah yang ada di kelas menjadi tanggung jawab warga
kelas.
4)
Alat pelajaran
yang sudah dipakai harus dikembalikan pada tempat semula.
5)
Selalu menjaga
kebersihan lingkungan sekolah dan merawat inventaris atau pasilitas kelas.
f. Busana Siswa
Hari senin sampai hari kamis siswa memakai pakaian sekolah yang telah
ditentukan: Untuk putra kemeja putih, celana abu panjang, baju dimasukan,
memakai ikat pinggang warta hitam 3 cm dan beratribut sekolah lengkap.
Sedangkan untuk Putri kemeja
putih tangan panjang, rok panjang warna abu (tidak ketat), beratribut dan
berjilbab putih, baju tidak dimasukan (rok).
1)
Hari jum’at dan
sabtu memakai baju pramuka atau memakai baju batik sekolah.
2)
Pakaian olah
raga dengan
ketentuan; Putra kaos olah raga tangan panjang
atau pendek dan celana training panjang. Sedangkan Putri
kaos olah raga tangan panjang dan celana training tangan panjang.
3)
Memakai sepatu
warna hitam dan kaos kaki warna putih.
4)
Tidak boleh
memakai pakaian olah raga didalam kelas kecuali siswa yang sedang praktek
pelajaran olah raga.
5)
Tidak boleh
memakai topi, jaket/switer pada waktu jam pelajaran didalam kelas atau diluar
kelas.
g.
Tugas Utama Siswa
1)
Mengikuti
kegaiatan belajar mengajar
2)
Mengikuti dan
mentaati tata tertib madrasah
3)
ekstra
kurikuler yang diadakan oleh sekolah
h.
Pengawas dan Bimbingan
1)
Pengawas
bimbingan dan penilaian terhadap siswa siswa diserahkan kepada guru, wali
kelas, PKM. kesiswaan dan guru BP.
2)
Setiap
pelanggar yang tidak bias diatasi/diselesaikan pada tingkat wali kelas dapat
diselesaikan melalui Kesiswaan dan Guru BP.
i. Sangsi
Jika siswa melanggar tata tertib
diats maka siswa wajib dikenakan sangsi sebagai berikut :
1)
Diberi
peringatan dan teguran selama 3 kali
2)
Membuat
perjanjian dengan pihak sekolah
3)
Memberitahukan
kepada orang tua siswa
4)
Skorsing
5)
Diserahkan
kembali kepada orang tua/wali siswa
6)
Sangsi
terlambat lebih dari 15 menit diberi sangsi untuk tidak mengikuti pelajaran
tersebut dan hapalan ayat Al-Qur’an yang ditentukan oleh guru piket/sangsi
lain (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Rabu, 14 Mei 2014).
6. Kenaikan
kelas di MAN 2 Bandung
a. Struktur
1. Kurikulum
Struktur kurikulum Man 2 Bandung
meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan
selama tiga tahun, mulai kelas X sampai kelas XII. Struktur kurikulum disusun
berdasarkan standar kompetensi mata pelajaran.
Pengorganisasian kelas dibagi
menjadi dua kelompok, yaitu X merupakan program umum; diikuti oleh seluruh
peserta didik, dan di kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang
terdiri atas empat program: 1. Program Ilmu Pengetahuan Alam. 2. Program ilmu
Pengetahuan Sosial, 3. Program Bahasa, dan 4. Program Keagamaan, khusus untuk
MA.
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung hanya menyelenggarakan empat program
saja yaitu program Agama, Bahasa, Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) dan Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
1)
Kurikulum kelas
X terdiri 17 mata pelajaran, muatan local, dan pengembangan diri.
2)
Jam pelajaran
untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera pada struktur
kurikulum
3)
Alokasi waktu
satu jam pelajaran adalah 45 menit
4)
Minggu efektif
dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34 – 38 minggu)
2.
Penambahan mata
pelajaran muatan lokal
Muatan lokal merupaka kegitan
kurikuler untuk mengembangkan komptensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan
potensi daerah termasuk keunggulan daerah yang materinya tidak dapat
dikelompokan kedalam mata pelajaran yang ada.
Peneteapan muatan lokal di Madarah Aliyah
Negeri 2 Bandung melalui forum musyawarah antara kepala Madrasah, para
pembantu kepala madrasah, dewan pendidik, komite Madrasah, pengawas madrasah
dari Kandepag Kabupaten Bandung, dan perwakilan alumni. Berdasarkan hasil musyawarah termaksud diatas, maka ditetapkan
bahwa muatal lokjal yang diselenggarakan di Madarah Aliyah Negeri 2 Bandung adalah sebagai berikut:
a)
Muatan lokal
untuk kelas X: sesuai dengan keputusan Gubernur Jawa Barat bahasa sunda seluruh
sekolah di Jawa Barat memuat mata pelajaran Bahasa Sunda sebagai muatan Lokal.
b)
Untuk kelas XI
dan XII putri, baik Program IPA maupun IPS, mutan lokalnya adalah Bahasa
Sunda
c)
Untuk kelas XI
dan XII putra, baik program IPA maupun IPS, muatan lokalnya adalah Keterampilan
Bahasa Sunda
3.
Pengembangan
diri
Pengembangan diri merupakan kegiatan
pendidikan diluar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum
Madrasah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan
konseling berkenaan dengan masalah diri
pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir
peserta didik, serta kegiatan ekstra kurikuler.
Kegiatan pengembangan diri melalui pelayanan konseling dipasilitasi atau dilaksanakan oleh konseler,
dan yang melalui kegiatan ekstra kurikuler dapat diselenggarakan oleh konselor,
guru dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan
kewenangannya.
4.
Bentuk
Pengembangan diri
a)
Rutin, yaitu
kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara bendera, senam,
ibadah khusu keagamaan bersama, pemeliharaan kesehatan dan kebersihan diri.
b)
Spontan, adalah
kegiatan tidak terjadwal dalam kegiatan khusus seperti : pembentukan prilaku
member salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat
(pertengkaran).
c)
Keteladanan,
adalah kegiatan dalam bentuk prilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi,
berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan keberhasilan orang
lain, datang tepat waktu.
d)
Terprogram,
adalah kegiatan yang dirancang secara khusus dalam kurun waktu tertentu untuk
memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan kelasikal
melalui penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung konseling, krida, karya
ilmiah, latihan, lomba keberkatan/potensi, workshop, bazar, dan kegiatan
lapangan (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Senin, 19 Mei 2014).
b.
Evaluasi hasil belajar di MAN 2
Bandung
Dalam upaya mendapatkan predikat
baik atau buruk membutuhkan suatu proses yang benardan tepat. Untuk mendapatkan
hal tersebut, memerlukan evaluasi yang baik sehingga jika sudah dilakukan
evaluasi kita akan mengetahui baik atau buruknya kinerja seluruh civitas yang
terdapat dan terlibat pada lembaga pendidikan tersebut.
Evaluasi menjadi hal yang sangat
penting untuk mengukur keberhasilan Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung. Dalam upaya mencapai itu
ada langkah-langkah yang dilakukan dalam evaluasi proses penyelenggaraan
pendidika. Ada tiga langkah dalam mengevaluasi peserta didik pada Madrasah
Aliyah Negeri 2 Bandung sebagai berikut:
1)
Evaluasi dari
asfek kognitif
Evaluasi yang dilaksanakan pada
asfek kognitif peserta didik, ini dilakukan melalui pemberian tes-tes oleh para
guru mata pelajaran baik secara lisan maupun tulisan.
2)
Evaluasi dari
asfek afektif
Dalam evaluasi asfek afektif (sikap)
terhadap para peserta didik, dapat dilakukan dengan melihat keperibadian dalam
berbicara, berpakaian, penampilan dan pergaulan kesehariannya di sekolah juga
diluar sekolah.
3)
Evaluasi dari
asfek psikomotorik
Mengenai asfek psikomotor (tindakan)
ini dapat dievaluasi melalui kegiatan-kegiatan dan kreativitas yang dimiliki,
dilakukan serta dikembangkan dalam kegitan keseharian peserta didik selama
disekolah.
Secara umum dalam mengevaluasi
peserta didik ini dilakukan oleh seluruh tenga pendidik dan kependidikan
(staf-staf sekolah). Namun, jika dilihat dari pelaksanaannya secara
administratif terdiri dari lima tahap yaitu; Pertama guru mata
pelajaran, Kedua wali kelas, Ketiga guru BK, Keempat PKM
Bidang Kesiswaan, dan Kelima oleh kepala madrasah lapangan (Wawancara
dengan Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Senin, 19 Mei 2014).
a. Kenaikan
kelas di MAN 2 Bandung
1.
Kreteria kemaikan kelas di MAN
2 Bandung
Dalam kenaikan kelas yang
dilaksanakan pada madrasah Aliyah Negeri
2 Bandung terbagai pada empat jurusan yaitu; Bahasa, Agama, jurusan Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) dan Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA), memiliki ketentuan yaitu; Pertama, Nilai Biologi, Fisika dan Kimia minimal
70. Kedua, Nilai matematika minimal 70. Ketiga, Nilai rata-rata IPA (Matematika, Fisika,
dan Kimia) minimal 70.
Demikian juga untuk jurusan Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki ketentuan. Pertama, Nilai Sejarah,
Geografi dan Sosiologi minimal 70. Kedua, Nilai Ekonomi minimal
70. Ketiga, Nilai rata-rata IPS (Ekonomi, Sejarah, Geografi dan
Sosiologi ) minimal 70.
b.
Penjurusan
1.
Tujuan Penjurusan
a) Mengelompokkan siswa sesuai
kecakapan, kemampuan, bakat, dan minat yang relatif sama.
b) Membantu mempersiapkan siswa
melanjutkan studi dan memilih dunia kerja.
c) Membantu memperkokoh
keberhasilan dan kecocokan atas prestasi yang akan dicapai di waktu mendatang
(kelanjutan studi dan dunia kerja).
2.
Pertimbangan Penjurusan
Penjurusan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung dilakukan dengan
mempertimbangkan orientasi siswa yakni sebagai berikut:
a. Melanjutkan ke pendidikan
yang lebih tinggi ke program studi Ilmu Alam, Ilmu Sosial, atau Bahasa sesuai
dengan minat setelah lulus dari Madrasah Aliyah
Negeri 2 Bandung
b. Bekerja di masyarakat;
penjurusan merupakan salah satu proses penempatan atau penyaluran dalam
pemilihan program pengajaran para siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung. Dalam penjurusan ini, siswa
diberi kesempatan memilih jurusan yang paling cocok dengan karakteristik
dirinya. Ketepatan memilih jurusan dapat menentukan keberhasilan belajar siswa.
Sebaliknya, kesempatan yang sangat baik bagi siswa akan hilang karena kurang
tepatnya menentukan jurusan.
c. Siswa yang naik kelas XI dan akan
mengambil program studi tertentu (Agama, Bahasa, IPA, IPS) boleh memiliki
nilai tidak tuntas paling banyak tiga pelajaran. Mata pelajaran IPA lebih
menitikberatkan pada penguasaan konsep-konsep IPA untuk kepentingan siswa
menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi yang lain adalah
memberikan makna pembekalan agar siswa tersebut dapat survive dipercaturan
kompetisi perkembangan sains dan teknologi bagi kepentingan kesejahteraan
masyarakatnya. Dengan demikian penilaian akademik lebih terfokus pada
penguasaan konsep-konsep IPA dan keterampilannya dalam melakukan observasi,
memahami atau menemukan konsep-konsep IPA.
Untuk mata pelajaran IPS menitikberatkan pengembangan keterampilan ilmu
sosial. Penilaian akademik menitiberatkan pada keterampilan sosial seperti
membuat peta, maket rumah, interaksi sosial, dan adaptif terhadap lingkungan sosial (Wawancara dengan Wakil
Kepala Bidang Kurikulum, Senin, 19 Mei 2014).
3.
Syarat Pemilihan Jurusan
Adapun syarat pemilihan jurusan masing-masing
program sebagai berikut:
a) Penjurusan dilaksanakan pada
semester 1 kelas XI.
b) Prestasi nilai akademik:
Dalam penjurusan yang
dilaksanakan pada madrasah aliyah Negeri
2 Bandung terbagai pada empat jurusan yaitu; jurusan Agama, nilai minimal 70. Bahasa nilai minimal 70., Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) dan Jurusan Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS).
Jurusan Agama memiliki keutamaan
yaitu SKI, Akidah Akhlak, Quran Hadits, Fiqih sedangkan Bahasa utamanya Bahasa
Arab dan Bahasa Inggris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), memiliki ketentuan yaitu; Pertama,
Nilai Biologi, Fisika dan Kimia minimal 70. Kedua, Nilai matematika minimal 70. Ketiga, Nilai rata-rata IPA (Matematika, Fisika,
dan Kimia) minimal 70.
Demikian juga untuk jurusan Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki ketentuan. Pertama, Nilai Sejarah,
Geografi dan Sosiologi minimal 70. Kedua, Nilai Ekonomi minimal
70. Ketiga, Nilai rata-Rata IPS (Ekonomi, Sejarah, Geografi dan
Sosiologi ) minimal 70.
c)
Hasil tes psikologi
siswa.
d) Hasil
kesepakatan orang tua, BK dan wali kelas.
7.
Kelulusan dan Alumni di MAN 2 Bandung
a.
Jumlah lulusan
Madsarah Aliyah Negeri 2 Bandung
Secara pasti Jumlah lulusan dari
madrasah aliyah Negeri 2 Bandung tidak
diketahui secara pasti dikarenakan sebelum-sebelumnya belum melaksanakan
pendataan secara dengan baik, sehingga data lulusan sampai sejauh ini tidak
diketahui secara pasti. Namun demikian, data yang penulis dapatkan sampai saat
ini kurang lebih sebanya 2.200 orang.
b.
Prestasi Alumni
(out came) Madrasah Aliyah Negeri
2 Bandung
Sejak berdiri sampai sekarang sudah
banyak alumni Madrasah Aliyah Negeri 2
Bandung. Mengenai prestasi yang dihasilkan sebagai out came peserta
didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
cukup beragam.
Secara pasti penulis tidak
mendapatkan data yang pasti, ini dikarenakan belum terbentuk kemunikasi yang
dibagun oleh pihak sekolah dengan para alumni dengan baik. Namun secara umum
para alumni Madrasah Aliyah Negeri 2
Bandung banyak yang berkecimpung bahkan telah menjadi PNS pada bidang
pendidikan (menjadi guru), menjadi pejabat birokrat, pembisni (wiraswasta), dan
jenis aktivitas-aktivitas lainnya. (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kurikulum,
Senin, 19 Mei 2014).
Semua lembaga pendidikan idealanya
mampu mencapai apa yang ditujunya. Namun, kenyataan yang terjadi meskipun
dengan perencanan yang bagus terkadang hanya sebagain besar tang tercapai apalagi
kalau perencanaanyapun kurang baik. Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sebagai mana kita ketahui
memiliki visi dan tujuan yang sangat bagus. Namun pada tahap pencapaian yang
sampai saat ini terbukti cukup beragam sekali.
Sejak
berdirinya hingga sekarang, Madrasah Aliyah
Negeri 2 Bandung Bandung telah menghasilkan lulusan kurang lebih, 2.200
alumni yang terseber di pulau Jawa dan Sumatera. Menurut sumber yang diperoleh
dari alumni secara langsung maupun tidak langsung, bahwa banyak diantara mereka
yang telah menduduki jabatan di pemerintahan, Institusi Pendidikan, Institusi
Bisnis, dan lembaga-lembaga formal keagaman dibawah Pemerintah, Selain mereka
yang berperan aktip di masyarakat dalam pembinaan keagamaan. (Wawancara dengan Wakil
Kepala Bidang Kurikulum, Senin, 19 Mei 2014).
Dalam melihat lulusan yang telah
dicapai paling tidak kita dapat mengetahuinya melalui dua kategori, yaitu; Pertama
berdasarkan data kuantitaif (jumlah statistik lulusan). Kedua melalui
prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh para alumni.
8.
Penyelenggaraan Ekstrakurikuler
di MAN 2 Bandung
Kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan
pendidikan diluar mata pelajaran untuk membantu perkembangan peserta didik
sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatann
yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan
yang berkemampuan dan berkewenangan di Madrasah.
Dalam penyelenggaraan pembinaan
ekstrakurikuler yang dilaksanakan oleh Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung memiliki batasan-batasan
sebagai berikut:
a.
Funsi Kegiatan
Ekstra Kurikuler
1.
Pengembangan,
yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan potensim bakat dan
minat peserta didik.
2.
Sosial, yaitu
fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa
tanggung jawab sosial peserta didik.
3.
yaitu fungsi
kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rikeks, menggembirakan
dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.
4.
Persiapan
karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan
karir peserta didik.
b.
Prinsip
Kegiatan Ekstrakurikuler di MAN 2 Bandung
1.
Individual,
yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai denga potensi, bakat dan
minat peserta didik secara individual.
2.
Pilihan, yaitu
prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti
secara sukarela oleh peserta didik
3.
Keterlibatan
aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan
peserta didik secara penuh.
4.
Menyenangkan,
yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang menggembirakan dan
menimbulkan kepuasan peserta didik
5.
Etos kerja,
yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik
untuk bekerja dengan baik dan berhasil
6.
Kemanfaatan
sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk
kepentingan masyarakat.
c.
Jenis Kegiatan
Ekstra Kurikuler di MAN 2 Bandung
2.
Kelompok
Tahfidz Qur'an
3.
Kelompok
Olimpiade Sains (Geografi, Matematika, Fisika, Kimia, Ekonomi,Akuntansi)
4.
Dewan
Kemakmuran Masjid Ianathu Thalibin
5.
Futsal
6.
Bola Voli
7.
Badminton
8.
PMR (palang
merah remaja)
9.
PKS (petugas
keamanan siswa)dan Paskibra
10. Lisman (lingkung seni MAN)
11. KIR (karya Ilmiah Remaja)
12. Basket
13. Taekwondo
14. English club
15. Arabic Club
16. Koperasi Siswa
17. Pramuka
(Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Senin, 19 Mei 2014).
9.
Tata laksana manajemen peserta didik di MAN 2 Bandung
a.
Struktur OSIS MAN 2 Bandung
TABEL XI
STRUKTUR OSIS MAN 2 BANDUNG
b. Hubungan antar orang-orang dalm organisasi di MAN 2 Bandung
Hubungan yang ada di MAN 2 Bandung sangant
baik, karena dari pihak kepala sekolah langsung mengontrol kepada bawahanya
kemudian wakil kepala menjalankan sesuai yang seharusnya yang di tugaskan
kemudian komite sekolah berkomunikasi dengan pihak sekolah juga baik dan ada
koordinasi yang baik pula antara siswa dan guru itulah yang menjadi baik dalam
hal komunikasi
C.
Faktor Pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan
manajemen peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
Keinginan untuk dapat mencapai
tujuan sebagai target utama pasti dimiliki oleh semua mahluk atau semua lembaga
tertentu. Dalam berbagai hal tersebut
terdapat asfek-asfek yang menjadi pendukung juga menjadi penghambat.
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yang
kini sudah menyandang predikat A dari badan akreditasi nasional (BAN),
tentunya terus berusaha untuk mencapai visi dan tujuan yang telah
disepakatinya. Namun, yang terjadi dilapangan keinginan yang begitu besar
tersebut ternyata tidak dapat berjalan semudah apa yang dibayangkan dan
diharapkan.
Faktor penghambat ialah faktor yang
menjadi penghambat dalam pelaksanaan manajemen peserta didik sehingga
pelaksanaan tidak sesuai bahkan menjadi tidak tercapai sama sekali. Faktor
pendukung ialah segala bentuk yang dapat mempermudah dan membantu terhadap
terselenggaranya dan tercapainya apa yang telah menjadi tujuan utamnya.
Secara rinci faktor pendukung dan
penghambat manajemen peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sebagai
berikut:
1.
Faktor
pendukung
Faktor pendukung dalam menjalankan
manajemen peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yaitu:
a.
Sumberdaya
manusia (tenaga pendidik) Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandungmerupakan guru-guru
yang berkualitas dan professional.
b.
Kulifikasi
tenaga pendidik terdiri dari lulusan program sarjana (S1) dan pasca sarjana
(S2).
c.
Bangunan milik
sendiri.
d.
Fasilitas
(Sarana dan prasarana) yang diberikan yayasan sudah lumayan lengkap termasuk
Lab. Ipa, Fisika, Kimia, dan Biologi.
e.
Dukungan dan
kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung.
f.
Dukungan dari orangtua peserta didik sangat baik.
g.
Dukungan dari pemerintah dalam membantu pengembangan
sekolah cukup baik
h.
Dukungan dari sekolah lain saling melengkapi dan koordinasi juga cukup baik.
2.
Faktor
penghambat
Faktor penghambat dalam menjalankan
manajemen peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yaitu:
a.
Belum
lengkapnya sarana dan prasaran madrasah.
b.
Data mentah (Raw
input) yang mayoritasnya berprestasi menengah kebawah.
c.
Dominasi
kurikulum Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yang bermuatan
keagamaan.
d.
Kurangnya singkronisasi antara pendidik satu dengan
pendidik yang lain.
e.
Perbedaan pemahaman dalam penembangan siswa sehingga
siswa tidah seluruhnya bisa menynjukan kreatifitasnya
(Wawancara dengan Wakil
Kepala Bidang Kesiswaan, Senin, 19 Mei 2014).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar