Kamis, 23 Oktober 2014

BAB III
                 ANALISIS EMPIRIS TENTANG KONDISI OBJEKTIF                
MANAJEMEN PESERTA DIDIK MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 BANDUNG

A.  Latar Alamiah Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung
1.    Sejarah Singkat Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung
MAN 2 Kota Bandung semula yaitu Madrasah Aliyah Negeri filial Cililin yang berlokasi di Cijerah. Setelah penegrian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI tanggal 11 Juli 1991 Nomor : 137 berdiri Madrasah Aliyah Negeri Cijerah (Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bandung).
Mengingat Madrasah Aliyah Negeri yang pertama yaitu MAN Bandung berlokasi di Jln. H. Alpi Bandung Barat, maka untuk MAN 2 Kota Bandung dipilih dengan lokasi yang berbeda dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di berbagai tempat. Lokasi yang dipilih untuk MAN 2 Kota Bandung bertempat di Bandung Timur, tepatnya di Jln. Cipadung Cibiru Kota Bandung.
Dalam perjalanan yang telah mencapai 16 tahun, yang tetap komitmen pada aturan yang berlaku searah dnegan kebijakan madrasah serta pendayagunaan potensi edukatif, tenaga administratif dan fasilitas sarana yang ada di MAN 2 Kota Bandung, telah mnunjukkan jatidirinya. Jumlah rombongan belajar selalu bertambah setiap tahun. Untuk saat ini terdapat 25 rombongan belajar yang semuanya melakukan aktifitas proses belajar mengajar pada saat yang sama yaitu dari mulai pukul 06. 30 sampai dengan 13.00 dan dilanjutkan dengan kegiatan ektrakurikuler dan Muatan Lokal sampai berakhir pukul 17.00. Keberhasilan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajran senantiasa meningkat, hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang senantiasa meningkat dari tahun ke tahun. Prestasi yang dicapai oleh siswa menunjukkan peningkatan, hal ini terlihat dari merebut gelar juara dari berbagai lomba yang diadakan, baik untuk tingkat Kota Bandung maupun Jawa Barat.
Kendatipun demikian, sebagai suatu proses usaha pendidikan yang menghadapi berbagai heterogenitas dalam komponen-komponennya, maka tidak menutup mata terhadap kekurangan-kekurangan yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu dalam mengoperasionalkan usaha pendidikan pada MAN 2 Kota Bandung, secara berkesinambungan pimpinan madrasah serta seluruh mitra kerjanya senantiasa berfikir inofatif dan prosfektif menuju pendidikan yang bermutu (Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014).
2.    Visi, misi dan Tujuan Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung
Visi, misi, dan tujuan merupakan unsur penting pada lembaga pendidikan.  Visi merupakan bagian penting pertama yang kemudian diturunkan menjadi misi. Visi dan misi tersebut harus memiliki tujuan yang ingin dicapai. Visi, misi dan tujuan yang jelas akan memberikan arah yang jelas terhadap berbagai kegiatan pendidikan. Oleh karena itu visi, misi dan tujuan pendidikan perlu diperhatikan oleh lembaga penyelenggara pendidikan. Adapun visi, misi, dan tujuan  pendidikan Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung akan dijelaskan sebagai berikut:
a.    Visi Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung
      Madrasah yang populis dengan keberhasilan lulusannya menjadi generasi yang cerdas, terampil, kaya ilmu pengetahuan berlandaskan akhlaqulkarimah
b.    Misi Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung
Visi Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung diuraikan melalui misi-misi sebagai berikut:
1.      Membentuk akhlaq siswa yang berpribadi imani dan islami tercermin dari prilaku kehidupan sehari-hari
2.      Membentuk sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, kaya ilmu pengetahuan yang mengacu pada perkembangan jaman
3.      Menyiapkan pengetahuan dan keterampilan siswa untuk masuk keperguruan tinggi negeri.
4.      Menyiapkan siswa dengan pengetahuan dan keterampilan keislaman untuk terjun di lingkungan masyarakat.
c.       Fasilitas Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung
1.    Jumlah ruang belajar
Ruangan belajar yang menunjang dalam proses pembelajaran peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sebanyak 31 ruangan, 10 ruangan kelas X, 10 Ruangan Kelas XI dan 11 Ruangan untuk kelas XII. Bagian penting lainnya dari unsur penyelenggaraan pendidikan adalah peserta didik (siswa). Peserta didik merupakan objek juga subjek dalam peruses penyelenggaraan pendidikan.
Pelaksanaan belejar mengajar pada sebuah lembaga pendidikan tentunya dilakasanakan pada kelas-kelasnya masing-masing sesuai dengan tingkatan dan pilihan serta ketentuan yang telah dibuat oleh pihak sekolah. Maka dengan itu perlu kita mengetahui konidisi siswa serta kelas agar dapat mempermudah proses penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan. 
1.    Jumlah Siswa Kelas I Tahun Pelajaran 2013/2014
TABEL I
Jumlah Siswa dan Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
X-1
X-2
X-3
X-4
X-5
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
15
21
36
16
22
38
15
24
39
15
24
39
14
24
38

X-6
X-7
X-8
X-9
X-10
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
14
23
37
15
24
39
14
24
38
13
23
36
14
24
38
(Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014)
Dari tabel diatas, kita dapat mengetahui jumlah peserta didik kelas X.1 Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung laki-laki 15 orang, perempuan 21 orang jumlah 36 orang. untuk kelas X.2 laki-laki 16 orang, perempuan 22 orang jumlah 38 orang. untuk kelas X.3 laki-laki 15 orang, perempuan 24 orang jumlah 39 orang. untuk kelas X.4 laki-laki 15 orang, perempuan 24 orang jumlah 39 orang. untuk kelas X.5 laki-laki 14 orang, perempuan 24 orang jumlah 38 orang. untuk kelas X.6 laki-laki 14 orang, perempuan 23 orang jumlah 37 orang. untuk kelas X.7 laki-laki 15 orang, perempuan 24 orang jumlah 39 orang. untuk kelas X.8 laki-laki 14 orang, perempuan 24 orang jumlah 38 orang. untuk kelas X.9 laki-laki 13 orang, perempuan 23 orang jumlah 36 orang. untuk kelas X.10 laki-laki 14 orang, perempuan 24 orang jumlah 38 orang.  Dengan demikian jumlah seluruh peserta didik kelas X sebanyak 378 orang.
2.    Jumlah Siswa Kelas II Tahun Pelajaran 2013/2014
TABEL II
Jumlah Siswa dan Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
XI-Agama
XI-Bahasa
XI-IPA 1
XI-IPA 2
XI-IPA 3
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
8
17
25
8
21
33
12
19
31
11
21
32
14
18
32

XI-IPA 4
XI-IPS I
XI- IPS 2
XI- IPS 3
XI- IPS 4
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
14
19
33
8
25
33
14
19
33
18
15
33
13
23
36
(Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014)
Dari tabel diatas, kita dapat mengetahui jumlah peserta didik kelas XI.Agama Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung laki-laki 8 orang, perempuan 17 orang jumlah 25 orang. untuk kelas XI.Bahasa laki-laki 8 orang, perempuan 21 orang jumlah 29 orang. untuk kelas XI.IPA 1 laki-laki 12 orang, perempuan 19 orang jumlah 31 orang. untuk kelas XI.IPA 2 laki-laki 11 orang, perempuan 21 orang jumlah 31 orang. untuk kelas XI. IPA 3 laki-laki 14 orang, perempuan 18 orang jumlah 32 orang. untuk kelas XI.IPA 4 laki-laki 14 orang, perempuan 19 orang jumlah 33 orang. untuk kelas XI.IPS 1 laki-laki 8 orang, perempuan 25 orang jumlah 33 orang. untuk kelas X.IPS 2 laki-laki 14 orang, perempuan 19 orang jumlah 33 orang. untuk kelas XI.IPS 3 laki-laki 18 orang, perempuan 15 orang jumlah 33 orang. untuk kelas XI.IPS 4 laki-laki 13 orang, perempuan 23 orang jumlah 36 orang.  Dengan demikian jumlah seluruh peserta didik kelas XI sebanyak 317 orang.
3.    Jumlah Siswa Kelas III Tahun Pelajaran 2013/2014
TABEL III
Jumlah Siswa dan Kelas XII Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
XII-Agama
XII-Bahasa
XII-IPA 1
XII-IPA 2
XII-IPA 3
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
16
18
24
5
10
15
10
21
31
11
23
34
10
22
32
                     


XII-IPA 4
XII-IPA 5
XII-IPS 1
XII-IPS 2
XII-IPS 3
XII-IPS 4
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
8
25
33
8
25
33
16
21
37
17
22
39
16
20
36
13
24
37
(Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014)
Dari tabel diatas, kita dapat mengetahui jumlah peserta didik kelas XII.Agama Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung laki-laki 16 orang, perempuan 18 orang jumlah 34 orang. untuk kelas XII.Bahasa laki-laki 5 orang, perempuan 10 orang jumlah 15 orang. untuk kelas XII.IPA 1 laki-laki 10 orang, perempuan 21 orang jumlah 31orang. untuk kelas XII IPA.2 laki-laki 11 orang, perempuan 23 orang jumlah 34 orang. untuk kelas XII.IPA 3 laki-laki 10 orang, perempuan 22 orang jumlah 32 orang. untuk kelas XII.IPA 4 laki-laki 8 orang, perempuan 25 orang jumlah 33 orang. untuk kelas XII.IPA 5 laki-laki 8 orang, perempuan 25 orang jumlah 33 orang. untuk kelas XII.IPS 1 laki-laki 16 orang, perempuan 21 orang jumlah 37 orang. untuk kelas XII.IPS 2 laki-laki 17 orang, perempuan 22 orang jumlah 37 orang. untuk kelas XII.IPS 3 laki-laki 16 orang, perempuan 20 orang jumlah 36 orang. XII.IPS 4 laki-laki 13 orang, perempuan 24 orang jumlah 37 orang Dengan demikian jumlah seluruh peserta didik kelas XII sebanyak 361 orang. Jadi dapat disimpulkan jumlah seluruh peserta didik dari kelas X - kelas XII sebanyak 1056 orang
5.    Sarana Fisik Bangunan
Sarana pada lembaga pendidikan merupakan bagian penting dalam  membantu terselenggaranya proses pendidikan. Sara merupakan unsur pendidikan yang termasuk pada standar sarana dan pra sarana. Sarana memiliki banyak ragam dan jenisnya, termasuk didalamnya sarana fisik bangunan.
Sarana fisik bangunan termasuk sarana tempat serta bagian-bagian penting lainnya, yang dimiliki oleh  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung meliputi;  R. Kelas, R. Kepala, R. Guru, R. Kantor (TU), Toilet/WC
Siswa, R. Laboratorium, R. Perpustakaan, R. Komputer, R. Serbaguna, R. Keterampilan, R. Pramuka, Toilet/WC Guru, R. OSIS, R. UKS, Mushola, Kantin, R. Office Boy, R. Gudang BP, R Toilet/WC SiswaR. Pramuka, Kantin, R. Office Boy, R. Gudang, R. BP, dan Mushola. Dari uraian tersebut, secara keseluruhan  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung telah mengikuti standar sarana yang baik dan tidak memaksa (Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014). TABEL IV Daftar Sarana Fisik Bangunan  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung terlampir.
6.      Sarana Penunjang A
Sarana penunjang utama merupakan sarana pokok yang harus dimiliki dan menjadi unsur penting dalam pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan. Sebagai lembaga pendidikan formal  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung telah memenuhi dan memiliki sarana tersebut.
Sarana penunjang utama yang dimiliki  Madrasah Aliyah Negeri Bandung yang menjadi pendukung dalam kelancaran proses pelaksanaan pembelajaran, yaitu; Komputer (TU) juga Mesin Tik Manual, Printer, Kursi Siswa, Kursi Guru, Meja Siswa, Meja Guru, White Board/Papan Tulis, Lemari, dan Kendaraan Dinas (Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014) Tabel V Jumlah Sarana Penunjang A  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung terlampir.
7.      Sarana Penunjang B
Sarana pada lembaga pendidikan sangan beragam. Jika dikategorikan ada sarana penunjang utama (A) dan sarana penunjang kedua (B). Adapun sarana penunjang kedua (B) yang dimiliki oleh  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yang menjadi pendukung dalam kelancaran proses pelaksanaan pembelajaran.meliputi; Pertama laboratorium fisika, kimia, biologi, bahsa dan komputer. Kedua, keterampilan otomotif, elektro, pertukangan, bengkel las dan tata busana. Ketiga,  Perpustakaan Buku Bacaan, Rak Buku, Ruang Baca, Komputer, dan Administrasi Perpustakaan. Keempat, Olah Raga meliputi; Lapangan Badminton, Lapangan Volley, Bola Volley, dan Bola Sepak, dan Bola Basket. Kelima, alat kesenian yaitu gamelan.
Sara penunjang kedua (B) tersebut sebagaian besar sudah dimiliki. Namun, terdapat yang belum ada terutama pada sarana keterampilan. Adapun sebagaian besar lainnya, sarana laboratorium dan olah raga sudah ada dengan kondisi baik, sedangkan untuk sarana perpustakaan sudah ada dengan kondisi cukup (Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014) Tabel VI Jumlah Sarana Penunjang B  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung terlampir.


8.      Sarana Lainnya
Dalam uapaya terselenggaranya proses pendidikan yang dijalankan pada  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung tentunya membutuhkan berbagai sarana yang dapat membatu terselenggaranya proses pendidikan dengan baik. Selain sarana utama dan kedua tentunya membutuhkan sarana pendukung lain yang tidak kalah pentingnya.
Sarana lain yang dimiliki oleh  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yaitu; Pertama, Tanah dengan luas tanah seluruhnya  6.714 M2, Luas
tanah yang masih bisa digunakan untuk pembangunan 3.280 M2. Luas tanah untuk halaman 144 M2, luas tanah olahraga 50 M2 .Luas tanah untuk kebun 30 M2. Kedua, Lapangan Upacara seluas 140 m2, dengan Jenis Lantai Plester. Ketiga, Pemagaran Tembok. Keempat, Sumber Air       Jet Pump. Kelima, Sanitasi (Resapan) dengan kualitas Cukup. Keenam, Penghijauan/Tanaman Rindang, namun kurang tertata rapi. Keenam, Tempat Sampah dalam bentuk kotak sampah kayu di tiap kelas dan pojok halaman.
Demikian sarana penunjang lain sebagai pendukung terselenggaranya proses pendidikan  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung.  ( Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Sarana, Rabu, 14 Mei 2014)
9.      Keadaan kepala sekolah, guru dan staf.
 Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sebagai lembaga pendidikan Islam juga sebagai lembaga pendidikan Nasional. Tentunya harus memenuhi syarat dalam standar penyelenggaraan pendidikan nasional. Salah satu diantaranya ialah terpenuhinya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Tenaga pendidik dan kependidikan merupakan bagaian uatama yang dapat menjalankan proses penyelenggaraan pendidikan pada sebuah intansi pendidikan.  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung dalam proses pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan berupaya sebaik mungkin dalam merekrut oarang-orang yang berkompeten dan kafabel pada bidang yang
dibutuhkan yaitu sebagai tenaga pendidik dan kependidikan yang benar-benar profesional.
10.          Jumlah Pendidik dan Kependidikan
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran yang sangat penting. Tenaga pendidik dan kependidikan dari kepala madrasah beserta seluruh jajarannya yang ikut terlibat dalam pelaksanaan proses pendidikan yang diselenggarakan oleh  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung seluruhnya berjumlah 99 orang.
Dari jumlah 99 orang tersebut, memiliki tugas masing-masing dalam membatu memajukan dan melaksanakan kegiatan yang diselenggarakan. Staf administrasi berjumlah 18 orang, sedangkan yang lainnya memiliki tugas utama mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang dipegang masing-masing (Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014)
         Tabel VII Data Tenaga Pendidik dan Kependidikan terlampir.

Mata Pelajaran yang diselenggarakan pada  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung pada ininya sama dengan Madrasah Aliyah yang lain. Mata pelajaran yang disajikan pada tingkat madrasah aliyah berjumlah 17 mata pelajaran. Perbedaan mata pelajaran yang disajikan terletak pada materi-materi tambahan yang termuat pada kurikulum yang disajikan madrasah. Kurikulum yang disajikan merupakan kurikulum KTSP yang pengembangannya disesuaikan dengan keperluan (kurikulum lokal  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sendiri. Mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sebagai tambahan dan keunggulan yang dimiliki meliputi Kesenian, Keterampilan Bahsa Asing, Muatan lokal, dan Bimbingan konseling (BK). Dalam mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakan oleh madrasah, diselenggarakan juga kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler sebagai tambahan seperti pramuka, paskibra, putsal, dan grup seni sunda.
 Adapun jumlah tenaga pendidik yang terlibat pada  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung tahun ajaran 2013-2014, berjumlah 99 orang. Dari 99 orang tersebut, selain sebagai guru mata pelajaran juga ada yang menjadi pembina kagiatan lain seperti pramuka. Selain dari tenaga pendidik yang memegang mata pelajaran, mereka sebagai tenaga pelaksana administrasi  madrasah.
Dilihat dari status tugas kerja pada  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung terdapat 62 orang guru yang sudah menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS) Deparemen Agama/Kementrian Agama, sedangkan Guru Tidak Tetap (GTT/honorer) sebanyak 19 orang, bagian tata usaha 18 orang  dengan demikian jumlah keseluruhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yang ada 99 orang.
Dan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung baik guru-guru dan staf tata usaha ada koordinasi yang abaik sehingga adanya lembaga sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung berprestasi dan di akui oleh pemerintah dan masyarakat ( Dokumen TU MAN 2 Bandung, 2014)
 Tabel VIII Data Mata Pelajaran dan Jumlah Tenaga Pendidik (Staf Tata Usaha)  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung 2013-2014 terlampir.
11.   Latar Belakang Pendidikan
 Tenaga pendidik  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung jika dilihat dari latar belakang pendidikan ahirnya 100 % sudah memenuhi standar kualifikasi strata 1 (S1) sebanyak 55 orang tenaga pendidik yang belum menjadi Pegawai Negri Sipil, 19 orang yang sudah menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS) Kementrian Agama, dan 62 orang sebagai tenaga administrasi. Selain itu terdapat juga yang sudah menyelesaikan strata 2 (S2) sebanyak 12 orang. Sedangkan tenaga kependidikan (staf administrasi) terdapat 18 orang.
Dari uraian diatas, dapat diketahui bahwa seluruh tenaga pendidik dan kependidikan  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung berjumlah 99 orang dan semuanya sudah memenuhi standar kualifikasi strata 1 (S1) dan terdapat yang sudah selesai strata2 (S2) (Dokumen TU MAN 2 Bandung,2014). Tabel IX Pendidikan Terakhir Staf  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung terlampir.
B.  Pelaksanaan Manajemen Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
1.    Perencanaan Manajemen peserta didik MAN 2 Bandung
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sebagai lembaga pendidikan yang sudah di akui oleh warga masyarakat sekitar maupuh oleh pihak pemerintah. Tentunya memiliki manajerial yang senantias mengarah pada perbaikan-perbaikan sehingga dari waktu mengalami kemajuan yang signifikan. Dalam pelaksanaannya, manajemen merupakan alat yang haruslah dilakukan untuk dapat mempertahankan bahkan meningkatkat kualitas madrasah itu sendiri. Diantara manajeme yang dilakukan ialah melalui perencanaan yang bagus terutama pada masalah peserta didik. sebagaimana kita ketahui merupakan unsur penting dalam suatu lembaga pendidikan. Maka segala bentuk yang bersangkutan dengan peserta didik haruslah diperhatikan dan direncanakan dengan sematang mungkin.  Perencanaan yang bagus tentunya akan sangat membantu dalam upaya mencapai tujuan dari penyelenggaraan pendidikan tersebut baik secara intansional maupun nasional.
a.     langkah-langkah perencanaan yang dilaksankaan pada manajemen peserta didik Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung meliputi sebagai berikut:
Mekanisme yang dijalan dalam penerimaan peserta didik baru ialah dengan membentuk program-program muai dari pembentukan kepanitiaan, pembagian tugas kerja, penentuan waktu-waktu (agenda kegiatan) sehingga dari mulai penerimaan sampai dengan selesai pelaksanaan penerimaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancer sesuai dengan yang diharapkan.
b.      Menentukan tujuan penerimaan peserta didik baru
Tujuan dalam penerimaan peserta didik baru madrasah aliyah  Negeri 2 Bandung ialah memberikan layanan bagi anak usia sekolah untuk memasuki satuan pendidikan yang lebih tinggi secara tertib, terarah dan benar. Tujuan tersebut sebagai uapaya mempertahankan dan mengembangkan syi’ar dimuka bumi. Waktu ke waktu tentunya mengalami kemajuan dan perubahan, sehingga dari satu waktu kewaktu lain tentunya akan terjadi perputaran dan pertukaran peserta didik. Maka dengan itu sudah suatu kewajaran jika seluruh  stekholder melakukan uapaya-upaya perekrutan peserta didik baru yang memiliki tujuan utamanya ialah menjaga peroses pendidikan agar tidak sampai terputus.
Proses pendidikan merupakan hal yang harus dipertahankan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw. Bahwa manusia wajib menuntut ilmu itu dimulai sejak buaian sampai liang lahat (kematian) tiba. Maksudnya selagi hayat masih dikandung badan berarti kewajiban kita dalam menuntut ilmu masih wajib, dengan demikian lembaga pendidikan snantias memperjuangakan agar dari tahun ketahun tidak sampai terputus para peserta didiknya sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Rabu, 14 Mei 2014).
Penentuan tujuan demi peserta didik mampu menjadi peserta didik yang baik tentunnya harus adanya penentuan orientasi peserta didik kedepan hal itu lah demi peserta didik yang baik. Demi peserta didik MAN 2 Bandung menjadi manusia yang setutuhnya.
Idealnya penentuan tujuan peserta didik adalah Menyusun langkah-langkah untuk mencapai sasaran, hal ini bertujuan untuk memudahkan pencarian peserta didik baru supaya menjadi mudah untuk peserta didik menginginkan masuk ke MAN 2 Bandung dengan strategi yang di siapkan. Perumusan tujuan, hal ini bertujuan untuk merumuskan orentasi peserta didik kedepan akan seperti apa. Dan  Kebijakan ha ini bertunuajn untuk membuat tatatertib dan peraturan untuk peserta didik.
2.      Penerimaan Peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
a.    Sistem penerimaan peserta didik
Dalam merealisasikan semua rencana terkait masalah peserta didik, maka Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung berusaha untuk melakukan berbagai kegiatan dalam melaksanakan manajemen peserta didik dengan baik. Diantaranya sebagai berikut:
1.    Penerimaan peserta didik baru (PPDB)
Dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung, setelah dibentuk kepanitiaan yang kemudian menentukan ketentuan-ketentuan dalam perencanaan penerimaan peserta didik baru terdapat beberapa langkah teknis lainnya yang harus dilaksanakan oleh panitian penerimaan peserta didik baru, sebagai berikut:
a.    Membuka pendaftaran peserta didik baru
     Ialah melaksanakan penerimaan peserta didik baru mulai  tanggal ditetapkan sampai batas terakhir penerimaan dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
b.    Melaksanakan tes (ujian) seleksi penerimaan peserta didik baru
       Pada tahap ini ialah melaksanakan ujian seleksi penerimaan peserta didik baru dengan jenis seleksi yang telah ditetapkan. Adapun pelaksanaan teknis dalam ujian seleksi tersebut yang berhak mengawas ialah khusus panitia tes  ujian seleksi yang dibentuk bukan oleh panitia penerima peserta didik. Melakukan tes bagi yang nilai akademiknya masih kurang di bawah standar maka di adakan sleksi prestasi dengan menunjukan sertifikat prestasinya dan langsung di sleksi. (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Rabu, 14 Mei 2014).
c.    Adapun tes ujian seleksi yang dilaksanakan di ada tiga bentuk yaitu:
1)   Tes akademik umum jalur prestasi kejuaraan.
Pada tes ini para peserta diberikan soal-soal mata pelajaran umum seperti Matematika,IPA, IPS, Bahasa Inggris dan yang lainnya.

2)   Tes bakat skolastik
Tes bakat skolastik ialah tes pada kemampuan, skil-skil yang dimiliki oleh para peserta ujian seleksi.
3)   Tes Baca Tulis Al-Quran (BTAQ) dan praktik ibadah
Pada tes ini peserta akan di uji tentang membaca, menulis al-quran dan praktik peribadahan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh panitia penerimaan peserta didik baru.
d.   Pengumuman peserta didik baru yang lulus sleksi dan diterima madrasah
Setelah selesai pelaksanaan ujian tes seleksi penerimaan peserta didik baru, maka panitia tes seleksi menyerahkan hasilnya kepada panitia penerimaan peserta didik baru untuk kemudian mengumumkannya kepada para peserta ujian mereka yang lolos dan diterima oleh sekolah melalui panitia pelaksana.
Pengumuman ini dimaksudkan untuk peserta didik mengetahui peserta didik itu bisa masuk di MAN 2 Bandung atau tidak, ini juga demi melaksadakan sistematika dan prosedur penerimaan peserta didik baru dmi adanya peserta didik yang punya daya saing dan kompetitif.
Idealnya dalam penerimaan peserta didik harus adanya Penetapan daya tampung peserta didik,Penetapan syarat peserta didik yang akan diterima, Pembentukan panitia penerimaan peserta didik baru , Menentukan banyaknya siswa yang diterima, Mengadakan pengumuman penerimaan, Mendaftar kembali calon yang sudah diterima, Melaporkan hasil kerjanya kepada pimpinan sekolah.
e.    Evaluasi dan pelaporan penerimaan peserta didik baru
Evaluasi yang dimaksud ialah setelah selesai pelaksanaan penerimaan peserta didik baru mulai dari pendaftaran, seleksi dan diumumkannya yang diterima menjadi peserta didik baru pada Madrasah  Negeri 2 Bandung, maka panitia melakukan evaluasi kepanitiaan dan laporan kepada kepala sekolah dan komite sekolah juga laporan kepada pengawas.
b.    keriteria/syarat calon peserta didik baru MAN 2 Bandung
Keriterian calon peserta didik baru Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung dibuat oleh panitia penerimaan peserta didik baru yang dipinpin oleh PKS Bidang kesiswaan kemudian diketahui dan disepakati oleh kepala madrasah.
Secara garis besar keriteria yang dibuat di Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung relatif sama dengan madrasah-madrasah lainnya, karena masalah dalam penerimaan peserta didik baru telah diatur pula oleh pemerintah daerah. Namun demikian terdapat beberapa asfek tertentu yang berbeda tergantung tujuan dari masing-masing madrasah yang bersangkutan  (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Rabu, 14 Mei 2014).
Diantara keriterian atau ketentuan calon peserta didik baru Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung sebagai berikut:
a.     Calon diantar oleh orang tua / wali
b.    Mengisi formuir yang telah tersedia
c.     Melampirkan persyaratan sebagai berikut:
1)   Foto copy ijazah (dilegalisir) 1 lembar
2)   Foto copy SKHUN (dilegalisir) 1 lembar
3)   Surat kelakuan baik dari sekolah asal
4)   Pas photo 2 x 3 = 2 lb; dan 3 x 4 = 3 lb
5)   Membayar administrasi keuangan sekolah
Bagi siswa pindahan (mutasi masuk), selain persyaratn diatas harus dilengkapi:
1)   Surat keterangan mutasi dari sekolah asal,
2)   Menyerahkan buku raport dari sekolah asal.
c.    Membentuk panitia pelaksana penerimaan peserta didik baru
Pembentukan panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) dilaksanakan dan melibatkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan madrasah. Kepanitiaan yang telah dibentuk di berikan surat keputusan (SK) oleh kepala Madrasah.
Secara sefesifik kepanitiaan dalam penerimaan peserta didik baru meliputi:
a)      Pengarah                 : Kepala Madrasah
b)      Penanggung jawab : PKS Bid. Kesiswaan
c)      Ketua                      : Wiwin Winarsih
d)     Sekretaris                : Kokom Komariah
e)      Bendahara              : Endi
Itulah sederhananya struktural dalam kepanitiaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung.
Adanya penerimaan peserta didik ini bertujuan demi terwujudnya sleksi ini untuk peserta didik yang unggul dan baik pula. Dengan adanya sikap peserta didik.
3.    Pengelompokan Peserta didik di MAN 2 Bandung
Pengelompokan yang didasarkan atas kemapuan adalah suatu pengelompokan di mana peserta didik yang pandai dikumpulkan dengan yang pandai, yang kurang pandai dikumpulkan dengan yang kurang pandai. Sementara pengelompokan dalam setting kelas adalah suatu pengelompokan di mana peserta didik pada masing-masing kelas, dibagi lagi menjadi beberapa kelompok kecil. Pengelompokan ini juga memberi kesempatan kepada masing-masing individu untuk masuk ke dalam lebih dari satu kelompok. Adapun kelompok-kelompok kecil pada masing-masing kelas demikian dapat dibentuk berdasarkan karakteristik individu. (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Kamis, 15 Mei 2014).
Adapun tujuan orientasi peserta didik adalah sebagai berikut:
a.       Agar peserta didik mengenal lebih dekat mengenai diri mereka sendiri ditengah-tengah lingkungan barunya
b.      Agar peserta didik mampu mengenal lingkungan baik fisik maupun sosialnya
c.       Pemanfaatan semaksimal mungkin terhadap layanan yang dapat diberikan oleh sekolah
d.      Sosialisasi diri dan pengembangan diri secara optimal
e.       Menyiapkan peserta didik secara fisik, mental, dan emosional agar siap menghadapi lingkungan baru sekolah.
Hal ini diadakanya adalah demi terbetuknya mengenai diri, Layanan  diberikan oleh sekolah Sosialisasi diri dan pengembangan diri secara optimal lingkungan baik.
4.    Mengatur Kehadiran peserta didik di MAN 2 Bandung
Adapaun tata tertib peserta didik Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung sebagai berikut:
a)    Kehadiran Siswa
1)   Setiap siswa harus hadir 10 menit sebelum bel masuk dan 30 menit bagi siswa yang bertugas piket kebersihan
2)   Setiap siswa yang terlambat datang harus melapor kepada guru piket
3)   Siswa yang meninggalkan sekolah sebelum waktunya karena ada kepentingan harus mendapat izin meninggalkan sekolah dari guru piket
4)   Jika bel masuk dibunyikan, seluruh siswa harus masuk ke kelas secara tertib dan mempersiapkan diri untuk menerima pelajaran.
5)   Jika guru belum masuk ke kelas, 5 menit setelah bel masuk/ganti pelajaran, maka KM harus memberitahukan kepada guru piket.
6)   Siswa sebelum berada di kelas atau di halaman sekolah siswa tidak boleh mengganggu ketertiban dan kelancaran proses belajar mengajar.
7)   Waktu istirahat siswa tidak diperkenankan berada di dalam kelas, kecuali siswa sakit/keadaan hujan atau sedang melaksanakan tugas.
8)   Setiap siswa harus mengikuti upacara hari senin atau kegiatan upacara lainnya yang diselenggarakan oleh sekolah.
9)   Absensi siswa dan agenda kelas diserahkan setiap hari kepada tata usaha (TU) setalah KBM selesai  (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Jumat, 16 Mei 2014).
10)    Bila berhalangan hadir dalam kegiatan belajar mengajar siswa harus memberitahukan secara tertulis dari orang tua, dan apabila sakit lebih dari satu hari harus ada surat dari dokter.
Kehadiran peserta didik di Madrasah Aliayah Negeri 2 Bandung adalah kehadiran dan ketidak hadiran peserta didik secara fisik dan mental terhadap aktifitas sekolah pada jam-jam efektif di sekolah. Sedangkan ketidak hadiran adalah ketiadaan partisifasi secara fisik peserta didik terhadaop kegiatan-kegiatan di Madrasah
a.    Sebab-sebab kehadiran peserta didik di MAN 2 BAndung
1.      Ketidak hadiran yang bersumber dari keluarga .adanya suatu keluarga yang mendukung terhadap kehadiran peserta didik akan tetapi sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak mengharapkan peserta didik atau anaknya ada di sekolah.bahkan yang lebih banyak orang tua adalah sebagai penghalang dan perintang untuk anaknya da di sekolah.
2.      Ketidakhadiran yang di ssebabkan oleh atau sumber dari keluarga adaloah sebagai berikut
a.    Ada kegiatan keagamaan di rumah.
b.   Ada persoalan di lingkungan rumah
c.    Ada kegiatan darurat di rumah
d.   Adanya keluarga yang pindahan yang membuat peserta didik untuk ikut membantu
e.    Adanya kematian.
3.      Ketidakhadiran di sebabkan oleh peserta didik itu sendiri.hal ini dapat terjadi, terutama bagi peserta didik yang berjiwa labil serta kurang pengawasan dari orangtuanya itu sendiri.
a.    Lupa tidak bersekolah
b.   Moralnya tidak baik
c.    Terjadi perkelahian antar peserta didik
d.   Sakit yang tidak diketahui kapan sembuhnya.
e.    Anggota kelompok yang suka membolos.
4.      Ketidak hadiran yang bersumber dari sekolah
Adapun penyebab –penyebab sumber ketidak hadiran peserta didik di sekolah yang bersumber dar lingkungan sekolah sebagai berikut:
a.    Lingkungan sekolah yang tidak menyenagkan
b.   Program sekolah yang tidak efektif
c.    Terlalu sedikit peserta didik yang masuk tiodak ada temen untuk mengeluarkan ekfresi
d.   Biaya sekolah yang terlalu mahal
e.    Transfortasi sekolah yang tidak memadai
f.    Kurangnya fasilitas sekolah
g.   Kurangnya bimbingan dari guru baik secara individual maupun secara kelompok kepada peserta didik
h.   Program yang ditawarkan sekolah kepada peserta didik tidak menak akhirnya peserta didik bosan dan jenuh
b.    Pendekatan peningkatan kehadiran siswa
1.         Perbaikan lingkuangn sekolah
2.         Perbaikan kondisi sekolah
3.         Perbaikan terhadap peserta didik sendiri
4.         Perbaiakan terhadap kondisi masyarakat
c.    Catatan kehadiran dan ketidak hadiran dilingkungan sekolah
Peserta didik yang hadir di sekolah hendaknya di catat oleh guru dalam buku presensi. Sementara peserta didik yang tidak hadir di sekolah daftar kehadiranya peserta didik, sementara absensi adalah buku daftar hadir siswa
5.      Pembinaan disiplin peserta didik di MAN 2 Bandung
a.    Kode Etik peserta didik di MAN 2 Bandung
1)   Semua siswa harus bersikap sopan santun kepada semua stap pengajar, Staf karyawan, teman, dan kepada siapapun.
2)   Pergaulan siswa putra dan putrid harus sesuai dengan akhlak islam.
3)   Setiap siswa harus membaca salam apabila masuk kelas, kantor, ruang guru, dan bertemu dengan guru dan sesame teman.
4)   Setiap siswa harus membaca doa sebelum dan sesudah jam pelajaran yang dipimpin oleh KM atau siswa lain yang ditunjuk KM.
5)   Setiap siswa tidak boleh membawa barang atau senjata tajam, api, photo, gambar, dan buku bacaan yang tidak layak dibaca oleh seorang pelajar.
6)   Setiap siswa dilarang membawa, mengkonsumsi, mengedarkan obat-obatan terlarang/narkoba baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
7)   Bagi siswa putra tidak boleh berkuku panjang, memakai kalung, giwang atau gelang dan rambut harus sopan, rapih pantas dan tidak kena kerah baju.
8)   Bagi siswa putri tidak boleh berkuku panjang, memakai cutex, dan perhiasan yang berlebihan.
9)   Siswa tidak diperbolehkan makan makanan didalam kelas.
10)         Siswa tidak diperkenankan mengaktifkan alat komunikasi atau Handfond (HP) ketika sedang proses belajar mengajar berlangsung.
11)         Setiap siswa harus mentaati tata tertib dan ketentuan-ketentuan lain yang dikeluarkan oleh sekolah. (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Rabu, 14 Mei 2014).
Hal ini diadakannya demi terbentuknya siswa teratur dan tertib peraturan ini akan lebih membantu guru supaya tertib admistrasi dan peserta didik yang baik pula.
b.    Bidang Pelayanan Konseling di MAN 2 Bandung
Dalam pelaksanaannya, pelayanan konseling dapat melalui bidang-bidang berikut: Satu, Pengembangan kehidupan pribadi, dua Pengembangan kehidupan sosial, tiga Pengembangan kegiatan belajar, dan empat Pengembangan karir.
c.    Jenis Layanan
Adapun jenis layanan yang dilaksanakan meliputi; 1) Orientasi, 2) Informasi, 3) Penempatan dan penyaluran, 4) Penguasaan konten, 5) Konseling perorangan, 6) Bimbingan kelompok, 7) Konseling kelompok, 8) Konsultasi, 9) Mediasi.
d.   Penilaian Konseling
Pelaksanaan konseling tentunya membutuhkan suatu penilaian. Penilaian yang dapat dilakukan dapat melalui tiga jenjang yakni; 1) Penilaian segera (LAISEG), 2) Penilaian Jangka pendek (LAIJAPEN), 3) Penilaian Jangka Panjang (LAIJAPA). (Wawancara dengan Bidang BK MAN 2 Bandung, Senin, 19 Mei 2014).
e.    Ruang Kelas
1)   Ruang kelas dan perlengkapannya hendaklah selelu bersih dan dalam keadaan bersih, dan dalam keadaan siap untuk dipakai.
2)   Diruang kelas harus sudah dipersiapkan peralatan untuk kegiatan belajar mengajar.
3)   Pemeliaharaan alat pembelajaran milik sekolah yang ada di kelas menjadi tanggung jawab warga kelas.
4)   Alat pelajaran yang sudah dipakai harus dikembalikan pada tempat semula.
5)   Selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan merawat inventaris atau pasilitas kelas.
f. Busana Siswa
Hari senin sampai hari kamis siswa memakai pakaian sekolah yang telah ditentukan: Untuk putra kemeja putih, celana abu panjang, baju dimasukan, memakai ikat pinggang warta hitam 3 cm dan beratribut sekolah lengkap. Sedangkan untuk Putri kemeja putih tangan panjang, rok panjang warna abu (tidak ketat), beratribut dan berjilbab putih, baju tidak dimasukan (rok).
1)   Hari jum’at dan sabtu memakai baju pramuka atau memakai baju batik sekolah.
2)   Pakaian olah raga dengan ketentuan; Putra kaos olah raga tangan panjang atau pendek dan celana training panjang. Sedangkan Putri kaos olah raga tangan panjang dan celana training tangan panjang.
3)   Memakai sepatu warna hitam dan kaos kaki warna putih.
4)   Tidak boleh memakai pakaian olah raga didalam kelas kecuali siswa yang sedang praktek pelajaran olah raga.
5)   Tidak boleh memakai topi, jaket/switer pada waktu jam pelajaran didalam kelas atau diluar kelas.
g.    Tugas Utama Siswa
1)   Mengikuti kegaiatan belajar mengajar
2)   Mengikuti dan mentaati tata tertib madrasah
3)   ekstra kurikuler yang diadakan oleh sekolah


h.    Pengawas dan Bimbingan
1)   Pengawas bimbingan dan penilaian terhadap siswa siswa diserahkan kepada guru, wali kelas, PKM. kesiswaan dan  guru BP.
2)   Setiap pelanggar yang tidak bias diatasi/diselesaikan pada tingkat wali kelas dapat diselesaikan melalui Kesiswaan dan Guru BP.
i. Sangsi
Jika siswa melanggar tata tertib diats maka siswa wajib dikenakan sangsi sebagai berikut :
1)   Diberi peringatan dan teguran selama 3 kali
2)   Membuat perjanjian dengan pihak sekolah
3)   Memberitahukan kepada orang tua siswa
4)   Skorsing
5)   Diserahkan kembali kepada orang tua/wali siswa
6)   Sangsi terlambat lebih dari 15 menit diberi sangsi untuk tidak mengikuti pelajaran tersebut dan hapalan ayat Al-Qur’an yang ditentukan oleh guru piket/sangsi lain  (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Rabu, 14 Mei 2014).
6.    Kenaikan kelas di MAN 2 Bandung
a.    Struktur
1.     Kurikulum
Struktur kurikulum Man 2 Bandung meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun, mulai kelas X sampai kelas XII. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi mata pelajaran.
Pengorganisasian kelas dibagi menjadi dua kelompok, yaitu X merupakan program umum; diikuti oleh seluruh peserta didik, dan di kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas empat program: 1. Program Ilmu Pengetahuan Alam. 2. Program ilmu Pengetahuan Sosial, 3. Program Bahasa, dan 4. Program Keagamaan, khusus untuk MA.
Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung hanya menyelenggarakan empat program saja yaitu program Agama, Bahasa, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
1)   Kurikulum kelas X terdiri 17 mata pelajaran, muatan local, dan pengembangan diri.
2)   Jam pelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera pada struktur kurikulum
3)   Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 45 menit
4)   Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34 – 38 minggu)
2.    Penambahan mata pelajaran muatan lokal
Muatan lokal merupaka kegitan kurikuler untuk mengembangkan komptensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah termasuk keunggulan daerah yang materinya tidak dapat dikelompokan kedalam mata pelajaran yang ada.
Peneteapan muatan lokal di Madarah Aliyah  Negeri 2 Bandung melalui forum musyawarah antara kepala Madrasah, para pembantu kepala madrasah, dewan pendidik, komite Madrasah, pengawas madrasah dari Kandepag Kabupaten Bandung, dan perwakilan alumni. Berdasarkan hasil musyawarah termaksud diatas, maka ditetapkan bahwa muatal lokjal yang diselenggarakan di Madarah Aliyah  Negeri 2 Bandung adalah sebagai berikut: 
a)    Muatan lokal untuk kelas X: sesuai dengan keputusan Gubernur Jawa Barat bahasa sunda seluruh sekolah di Jawa Barat memuat mata pelajaran Bahasa Sunda sebagai muatan Lokal.
b)   Untuk kelas XI dan XII putri, baik Program IPA maupun IPS, mutan lokalnya adalah Bahasa Sunda  
c)    Untuk kelas XI dan XII putra, baik program IPA maupun IPS, muatan lokalnya adalah Keterampilan Bahasa Sunda
3.    Pengembangan diri
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan diluar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum Madrasah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah diri  pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir peserta didik, serta kegiatan ekstra kurikuler.
Kegiatan pengembangan diri melalui pelayanan konseling  dipasilitasi atau dilaksanakan oleh konseler, dan yang melalui kegiatan ekstra kurikuler dapat diselenggarakan oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya.


4.    Bentuk Pengembangan diri
a)    Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara bendera, senam, ibadah khusu keagamaan bersama, pemeliharaan kesehatan dan kebersihan diri.
b)   Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kegiatan khusus seperti : pembentukan prilaku member salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
c)    Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk prilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.
d)   Terprogram, adalah kegiatan yang dirancang secara khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan kelasikal melalui penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung konseling, krida, karya ilmiah, latihan, lomba keberkatan/potensi, workshop, bazar, dan kegiatan lapangan  (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Senin, 19 Mei 2014).
b.    Evaluasi hasil belajar di MAN 2 Bandung
Dalam upaya mendapatkan predikat baik atau buruk membutuhkan suatu proses yang benardan tepat. Untuk mendapatkan hal tersebut, memerlukan evaluasi yang baik sehingga jika sudah dilakukan evaluasi kita akan mengetahui baik atau buruknya kinerja seluruh civitas yang terdapat dan terlibat pada lembaga pendidikan tersebut.
Evaluasi menjadi hal yang sangat penting untuk mengukur keberhasilan Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung. Dalam upaya mencapai itu ada langkah-langkah yang dilakukan dalam evaluasi proses penyelenggaraan pendidika. Ada tiga langkah dalam mengevaluasi peserta didik pada Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung sebagai berikut:
1)   Evaluasi dari asfek kognitif
Evaluasi yang dilaksanakan pada asfek kognitif peserta didik, ini dilakukan melalui pemberian tes-tes oleh para guru mata pelajaran baik secara lisan maupun tulisan.
2)   Evaluasi dari asfek afektif
Dalam evaluasi asfek afektif (sikap) terhadap para peserta didik, dapat dilakukan dengan melihat keperibadian dalam berbicara, berpakaian, penampilan dan pergaulan kesehariannya di sekolah juga diluar sekolah.
3)   Evaluasi dari asfek psikomotorik
Mengenai asfek psikomotor (tindakan) ini dapat dievaluasi melalui kegiatan-kegiatan dan kreativitas yang dimiliki, dilakukan serta dikembangkan dalam kegitan keseharian peserta didik selama disekolah.
Secara umum dalam mengevaluasi peserta didik ini dilakukan oleh seluruh tenga pendidik dan kependidikan (staf-staf sekolah). Namun, jika dilihat dari pelaksanaannya secara administratif terdiri dari lima tahap yaitu; Pertama guru mata pelajaran, Kedua wali kelas, Ketiga guru BK, Keempat PKM Bidang Kesiswaan, dan Kelima oleh kepala madrasah lapangan  (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Senin, 19 Mei 2014).
a.    Kenaikan kelas di MAN 2 Bandung
1.      Kreteria kemaikan kelas di MAN 2 Bandung
Dalam kenaikan kelas yang dilaksanakan pada madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung terbagai pada empat jurusan yaitu; Bahasa, Agama, jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), memiliki ketentuan yaitu; Pertama, Nilai Biologi, Fisika dan Kimia minimal 70. Kedua, Nilai matematika minimal 70. Ketiga, Nilai rata-rata IPA (Matematika, Fisika, dan Kimia) minimal 70.
Demikian juga untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki ketentuan. Pertama, Nilai Sejarah, Geografi dan Sosiologi  minimal 70. Kedua, Nilai Ekonomi minimal 70. Ketiga, Nilai rata-rata IPS (Ekonomi, Sejarah, Geografi dan Sosiologi ) minimal 70.
b.    Penjurusan
1.    Tujuan Penjurusan
a)    Mengelompokkan siswa sesuai kecakapan, kemampuan, bakat, dan minat yang relatif sama.
b)   Membantu mempersiapkan siswa melanjutkan studi dan memilih dunia kerja.
c)    Membantu memperkokoh keberhasilan dan kecocokan atas prestasi yang akan dicapai di waktu mendatang (kelanjutan studi dan dunia kerja).
2.    Pertimbangan Penjurusan
Penjurusan di Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung dilakukan dengan mempertimbangkan orientasi siswa yakni sebagai berikut:
a.    Melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi ke program studi Ilmu Alam, Ilmu Sosial, atau Bahasa sesuai dengan minat setelah lulus dari Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung
b.    Bekerja di masyarakat; penjurusan merupakan salah satu proses penempatan atau penyaluran dalam pemilihan program pengajaran para siswa Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung. Dalam penjurusan ini, siswa diberi kesempatan memilih jurusan yang paling cocok dengan karakteristik dirinya. Ketepatan memilih jurusan dapat menentukan keberhasilan belajar siswa. Sebaliknya, kesempatan yang sangat baik bagi siswa akan hilang karena kurang tepatnya menentukan jurusan.
c.    Siswa yang naik kelas XI dan akan mengambil program studi tertentu (Agama, Bahasa, IPA, IPS) boleh memiliki nilai tidak tuntas paling banyak tiga pelajaran. Mata pelajaran IPA lebih menitikberatkan pada penguasaan konsep-konsep IPA untuk kepentingan siswa menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi yang lain adalah memberikan makna pembekalan agar siswa tersebut dapat survive dipercaturan kompetisi perkembangan sains dan teknologi bagi kepentingan kesejahteraan masyarakatnya. Dengan demikian penilaian akademik lebih terfokus pada penguasaan konsep-konsep IPA dan keterampilannya dalam melakukan observasi, memahami atau menemukan konsep-konsep IPA.
Untuk mata pelajaran IPS menitikberatkan pengembangan keterampilan ilmu sosial. Penilaian akademik menitiberatkan pada keterampilan sosial seperti membuat peta, maket rumah, interaksi sosial, dan adaptif terhadap lingkungan sosial (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Senin, 19 Mei 2014).
3.    Syarat Pemilihan Jurusan
Adapun syarat pemilihan jurusan masing-masing program sebagai berikut:
a)      Penjurusan dilaksanakan pada semester 1 kelas XI.
b)      Prestasi nilai akademik:
Dalam penjurusan yang dilaksanakan pada madrasah aliyah  Negeri 2 Bandung terbagai pada empat jurusan yaitu; jurusan Agama, nilai minimal 70.  Bahasa nilai  minimal 70., Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Jurusan Agama memiliki keutamaan yaitu SKI, Akidah Akhlak, Quran Hadits, Fiqih sedangkan Bahasa utamanya Bahasa Arab dan Bahasa Inggris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), memiliki ketentuan yaitu; Pertama, Nilai Biologi, Fisika dan Kimia minimal 70. Kedua, Nilai matematika minimal 70. Ketiga, Nilai rata-rata IPA (Matematika, Fisika, dan Kimia) minimal 70.
Demikian juga untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki ketentuan. Pertama, Nilai Sejarah, Geografi dan Sosiologi  minimal 70. Kedua, Nilai Ekonomi minimal 70. Ketiga, Nilai rata-Rata IPS (Ekonomi, Sejarah, Geografi dan Sosiologi ) minimal 70.
c)      Hasil tes psikologi siswa.
d)     Hasil kesepakatan orang tua, BK dan wali kelas.
7.    Kelulusan dan Alumni di MAN 2 Bandung
a.    Jumlah lulusan Madsarah Aliyah  Negeri 2 Bandung
Secara pasti Jumlah lulusan dari madrasah aliyah  Negeri 2 Bandung tidak diketahui secara pasti dikarenakan sebelum-sebelumnya belum melaksanakan pendataan secara dengan baik, sehingga data lulusan sampai sejauh ini tidak diketahui secara pasti. Namun demikian, data yang penulis dapatkan sampai saat ini kurang lebih sebanya 2.200 orang. 

b.    Prestasi Alumni (out came) Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung
Sejak berdiri sampai sekarang sudah banyak alumni Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung. Mengenai prestasi yang dihasilkan sebagai out came peserta didik Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung cukup beragam.
Secara pasti penulis tidak mendapatkan data yang pasti, ini dikarenakan belum terbentuk kemunikasi yang dibagun oleh pihak sekolah dengan para alumni dengan baik. Namun secara umum para alumni Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung banyak yang berkecimpung bahkan telah menjadi PNS pada bidang pendidikan (menjadi guru), menjadi pejabat birokrat, pembisni (wiraswasta), dan jenis aktivitas-aktivitas lainnya. (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Senin, 19 Mei 2014).
Semua lembaga pendidikan idealanya mampu mencapai apa yang ditujunya. Namun, kenyataan yang terjadi meskipun dengan perencanan yang bagus terkadang hanya sebagain besar tang tercapai apalagi kalau perencanaanyapun kurang baik. Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung sebagai mana kita ketahui memiliki visi dan tujuan yang sangat bagus. Namun pada tahap pencapaian yang sampai saat ini terbukti cukup beragam sekali.
Sejak berdirinya hingga sekarang, Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung Bandung telah menghasilkan lulusan kurang lebih, 2.200 alumni yang terseber di pulau Jawa dan Sumatera. Menurut sumber yang diperoleh dari alumni secara langsung maupun tidak langsung, bahwa banyak diantara mereka yang telah menduduki jabatan di pemerintahan, Institusi Pendidikan, Institusi Bisnis, dan lembaga-lembaga formal keagaman dibawah Pemerintah, Selain mereka yang berperan aktip di masyarakat dalam pembinaan keagamaan. (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Senin, 19 Mei 2014).
Dalam melihat lulusan yang telah dicapai paling tidak kita dapat mengetahuinya melalui dua kategori, yaitu; Pertama berdasarkan data kuantitaif (jumlah statistik lulusan). Kedua melalui prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh para alumni. 
8.    Penyelenggaraan Ekstrakurikuler di MAN 2 Bandung
Kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan pendidikan diluar mata pelajaran untuk membantu perkembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatann yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di Madrasah.
Dalam penyelenggaraan pembinaan ekstrakurikuler yang dilaksanakan oleh Madrasah Aliyah  Negeri 2 Bandung memiliki batasan-batasan sebagai berikut: 
a.    Funsi Kegiatan Ekstra Kurikuler
1.    Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan potensim bakat dan minat peserta didik.
2.    Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.
3.    yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rikeks, menggembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.
4.    Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.
b.    Prinsip Kegiatan Ekstrakurikuler di MAN 2 Bandung
1.    Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai denga potensi, bakat dan minat peserta didik secara individual.
2.    Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela oleh peserta didik
3.    Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.
4.    Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang menggembirakan dan menimbulkan kepuasan peserta didik
5.    Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil
6.    Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.
c.    Jenis Kegiatan Ekstra Kurikuler di MAN 2 Bandung
2.     Kelompok Tahfidz Qur'an
3.     Kelompok Olimpiade Sains (Geografi, Matematika, Fisika, Kimia, Ekonomi,Akuntansi)
4.     Dewan Kemakmuran Masjid Ianathu Thalibin
5.     Futsal
6.     Bola Voli
7.     Badminton
8.     PMR (palang merah remaja)
9.     PKS (petugas keamanan siswa)dan Paskibra
10. Lisman (lingkung seni MAN)
11. KIR (karya Ilmiah Remaja)
12. Basket
13. Taekwondo
14. English club
15. Arabic Club
16. Koperasi Siswa
17. Pramuka
 (Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Senin, 19 Mei 2014).

















9.    Tata laksana manajemen peserta didik di MAN 2 Bandung
a.    Struktur OSIS MAN 2 Bandung    
TABEL XI
STRUKTUR OSIS MAN 2 BANDUNG





















b.    Hubungan antar orang-orang dalm organisasi di MAN 2 Bandung
Hubungan yang ada di MAN 2 Bandung sangant baik, karena dari pihak kepala sekolah langsung mengontrol kepada bawahanya kemudian wakil kepala menjalankan sesuai yang seharusnya yang di tugaskan kemudian komite sekolah berkomunikasi dengan pihak sekolah juga baik dan ada koordinasi yang baik pula antara siswa dan guru itulah yang menjadi baik dalam hal komunikasi
C.     Faktor Pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan manajemen peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
Keinginan untuk dapat mencapai tujuan sebagai target utama pasti dimiliki oleh semua mahluk atau semua lembaga tertentu. Dalam berbagai hal tersebut  terdapat asfek-asfek yang menjadi pendukung juga menjadi penghambat.
Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yang kini sudah menyandang predikat A dari badan akreditasi nasional (BAN), tentunya terus berusaha untuk mencapai visi dan tujuan yang telah disepakatinya. Namun, yang terjadi dilapangan keinginan yang begitu besar tersebut ternyata tidak dapat berjalan semudah apa yang dibayangkan dan diharapkan.
Faktor penghambat ialah faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan manajemen peserta didik sehingga pelaksanaan tidak sesuai bahkan menjadi tidak tercapai sama sekali. Faktor pendukung ialah segala bentuk yang dapat mempermudah dan membantu terhadap terselenggaranya dan tercapainya apa yang telah menjadi tujuan utamnya.
Secara rinci faktor pendukung dan penghambat manajemen peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung sebagai berikut:
1.    Faktor pendukung
Faktor pendukung dalam menjalankan manajemen peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yaitu:
a.    Sumberdaya manusia (tenaga pendidik) Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandungmerupakan guru-guru yang berkualitas dan professional.
b.    Kulifikasi tenaga pendidik terdiri dari lulusan program sarjana (S1) dan pasca sarjana (S2).
c.    Bangunan milik sendiri.
d.   Fasilitas (Sarana dan prasarana) yang diberikan yayasan sudah lumayan lengkap termasuk Lab. Ipa, Fisika, Kimia, dan Biologi.
e.    Dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung.
f.     Dukungan dari orangtua peserta didik sangat baik.
g.    Dukungan dari pemerintah dalam membantu pengembangan sekolah cukup baik
h.    Dukungan dari sekolah lain saling  melengkapi dan koordinasi juga cukup baik.
2.    Faktor penghambat
Faktor penghambat dalam menjalankan manajemen peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yaitu:
a.    Belum lengkapnya sarana dan prasaran madrasah.
b.    Data mentah (Raw input) yang mayoritasnya berprestasi menengah kebawah.
c.    Dominasi kurikulum Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung yang bermuatan keagamaan.
d.   Kurangnya singkronisasi antara pendidik satu dengan pendidik yang lain.
e.    Perbedaan pemahaman dalam penembangan siswa sehingga siswa tidah seluruhnya bisa menynjukan kreatifitasnya
(Wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Senin, 19 Mei 2014).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar